<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165691">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN LAWI-LAWI (CAULERPA RACEMOSA) HASIL FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU FORMULASI PAKAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAZWA AMARANGGI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Produksi minyak kelapa sawit yang tinggi di Indonesia menghasilkan limbah cair (Palm Oil Mill Effluent) dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan mikroalga lawi-lawi (Caulerpa racemosa) dalam proses fitoremediasi, yang tidak hanya berfungsi sebagai agen bioremediasi tetapi juga memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lawi-lawi hasil fitoremediasi limbah cair kelapa sawit sebagai bahan baku formulasi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus) ditinjau dari hasil uji proksimat dan performa pertumbuhan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan disertai 5 kali pengulangan: P1 (pakan komersial), P2 (pakan lawi-lawi dari lingkungan terkontrol), dan P3 (pakan lawi-lawi hasil fitoremediasi limbah cair kelapa sawit). Parameter yang diamati meliputi pertambahan berat mutlak, panjang mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Specifik Length Rate(SLR), Feed Corversion Ratio (FCR), serta hasil uji proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P1 memiliki kandungan protein tertinggi (39,00%) dibandingkan dengan P2 (12,94%) dan P3 (12,72%). Pertumbuhan ikan nila terbaik ditunjukkan oleh P1, namun P2 dan P3 masih menunjukkan performa pertumbuhan yang layak dengan nilai FCR &lt; 2, yang mengindikasikan efisiensi konversi pakan masih tergolong baik. Meskipun pertumbuhan ikan pada perlakuan P2 dan P3 relatif lebih rendah dibandingkan pakan komersial, potensi ekonomis dan ekologis dari pemanfaatan lawi-lawi hasil fitoremediasi menunjukkan peluang untuk dikembangkan sebagai alternatif pakan ramah lingkungan.&#13;
Kata Kunci: Caulerpa racemosa, limbah cair kelapa sawit, fitoremediasi, Oreochromis niloticus, pakan ikan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165691</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 13:03:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 14:23:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>