<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165679">
 <titleInfo>
  <title>EKSPLORASI TARGET MOLEKULER KOMPONEN SENYAWA DARI BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON L.) TERHADAP KANKER KOLOREKTAL MELALUI STUDI TERINTEGRASI SECARA NETWORK PHARMACOLOGY DAN UJI IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI FADHILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Insiden kanker kolorektal menduduki peringkat ketiga sebagai kanker paling umum terjadi pada pria dan wanita di Asia Tenggara tahun 2022. Meskipun terapi kanker telah mengalami berbagai kemajuan, tantangan terkait selektivitas kemoterapi konvensional masih menjadi perhatian serius. Biji melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan bagian tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif antikanker. Pendekatan network pharmacology dapat digunakan untuk memprediksi target molekular senyawa kimia dalam biji melinjo terhadap kanker kolorektal guna menjelaskan mekanisme potensialnya dalam terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan target-target molekular tersebut, serta memvalidasi aktivitas sitotoksiknya secara in vitro. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol, dilanjutkan fraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Senyawa kimia diidentifikasi menggunakan GC-MS, selanjutnya target potensial senyawa kimia dianalisis menggunakan network pharmacology serta divalidasi melalui uji MTT assay dan selectivity index (SI). Ekstrak metanol biji melinjo (EMBM), fraksi etil asetat (FEABM), fraksi n-heksana (FnHBM) dan fraksi metanol biji melinjo (FMBM) menghasilkan rendemen masing-masing 7,55%, 6,28%, 3,80% dan 56,06%.  Senyawa kimia dominan yang terkandung dalam ekstrak dan fraksi biji melinjo merupakan turunan asam lemak yang menargetkan gen TP53, AKT1, dan HIF1A serta terlibat dalam jalur pathways in cancer, protein kinase activity, dan central carbon metabolism in cancer. Uji sitotoksisitas terhadap sel kanker WiDr dan perhitungan nilai SI terhadap sel Vero menunjukkan bahwa FEABM memiliki efektivitas terbaik (IC50 = 96,62 μg/mL; SI = 9,31) dibandingkan EMBM (IC50 = 864,70 μg/mL; SI = 2,24) dan FnHBM (IC50 = 167,17 μg/mL; SI = 0,89). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa FEABM memiliki potensi untuk dieksplorasi sebagai kandidat kemoterapi alternatif pada kanker kolorektal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165679</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 12:50:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 15:09:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>