PENGARUH KARAKTERISTIK DAS DI WS WOYLA-BATEUE TERHADAP BESARAN DEBIT PUNCAK BANJIR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH KARAKTERISTIK DAS DI WS WOYLA-BATEUE TERHADAP BESARAN DEBIT PUNCAK BANJIR


Pengarang

Maimun Azwar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200060140

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Wilayah Sungai (WS) Woyla-Bateue memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) total sebesar 12.460 km2, terdiri dari DAS Woyla, Layung, Meureubo, Seunagan, Tarang, Tadu, Tripa, Seuneuam, Seumayam, Rubee, Suak Keutapang, Bateue, dan Susoh. DAS di WS tersebut rawan terhadap bahaya banjir.Banjir yang rutin terjadi salah satunya dipengaruhi oleh karakteristik DAS. Bentuk DAS yang beragam akan memberikan respon yang berbeda pula terhadap besaran banjir yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik DAS terhadap besaran debit puncak banjir yang terjadidengan menganalisis hubungan antara beragam bentuk DAS dengan hidrograf banjirdan melakukan kajian tinggi muka air banjir untuk dapat mendukung data dalam program upaya penanggulangan banjir yang dilakukan instansi pemerintah. Ruang lingkup penulisan meliputi penjelasan tentang penyebab banjir, analisis karakteristik DAS, perhitungan curah hujan rencana, debit banjir rencana dan analisis hubungan bentuk karakteristik DAS terhadap hidrografdebit puncak banjir pada 13 (tiga belas) DAS. Dari hasil Karakteristik DAS luas terbesar DAS Tripa yaitu: 3.446,90 Km² dengan panjang sungai utama 187 Km, bentuk DAS sangat beragam dandidominasi oleh bentuk radial yaitu 5 (lima) DAS, bentuk Paralel 3 (tiga) DAS, bentuk komplek 3 (tiga) DAS, sedangkan bentuk bulu burung 2 (dua) DAS. Hasil perhitungan debit banjir HSS Gama I, DAS Kr. Tripa (komplek) diperoleh debit puncak banjir tertinggi yaitu 1.001,31 m³/detik untuk Q-2 tahunan dengan waktu mencapai puncak selama ±8 jam dan debit terendah terdapat pada DAS Kr. Rubee (radial) yaitu 191,76m³/detik, debit banjir sangat bervariasi, luas DAS yang besar, rata-rata mendapatkan puncak banjir yang tinggi antara 698-956 m³/detik, yaitu DAS Kr. Woyla, Kr. Meureubo dan Kr. Seunagan. Bentuk DAS yang berpotensi menyumbang banjir adalah bentuk DAS paralel dan kompleks.Hasil grafikrating curve di Kr. Tripa Desa Lamie dengan tinggi air bertambah menjadi 3,30 m dari muka air normal maka debit banjir yang terjadi sebesar 1.713,03 m³/detik > dari debit banjir Q-10 tahunan atau dengan tinggi muka air banjir 9,27 m dari dasar sungai maka debit banjir akan mendekati Q-25 tahunan.

Kata kunci :karakteristik DAS, debit puncak banjir, HSS gama I, rating curve

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK