<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165657">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DIMENSI DAN PERILAKU STRUKTUR TERHADAP VARIASI JUMLAH LANTAI PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT BERBENTUK U</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asfilia Sabila Nasution</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rumah sakit merupakan fasilitas publik yang harus tetap berfungsi optimal dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi bencana. Kebutuhan ruang yang terus meningkat dengan keterbatasan lahan menyebabkan bangunan rumah sakit perlu didesain dalam bentuk bertingkat. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis struktur pada gedung rumah sakit berbentuk U yang berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang yang termasuk kedalam daerah dengan gempa ringan dengan variasi jumlah lantai sebanyak empat varian, yaitu 2, 3, 4, dan 5 lantai, untuk mengetahui pengaruh perubahan jumlah lantai terhadap perilaku struktur dan efektivitas dimensi elemen struktur yang digunakan. Analisis struktur dilakukan dengan mempertimbangkan parameter perpindahan tingkat, simpangan antar lantai, gaya geser dasar, periode getar, serta ketidakteraturan torsi. Hasil menunjukkan bahwa penambahan jumlah lantai secara signifikan meningkatkan massa bangunan yang berdampak pada naiknya nilai base shear dan nilai deformasi lateral. Bangunan dengan jumlah lantai lebih tinggi menunjukkan nilai displacement, story drift, dan vibration period yang semakin besar, menandakan kecenderungan perilaku struktur menjadi lebih fleksibel. Selain itu, bentuk U turut memberikan pengaruh terhadap ketidakteraturan torsi yang lebih dominan pada varian dengan lantai lebih banyak. Dari hasil evaluasi dimensi struktur, diperoleh bahwa kolom 450 × 450 dan 400 × 400 mm efektif untuk 2 lantai, 500 × 500, 450 × 450 dan 400 × 400 mm untuk 3 lantai, dan 650 × 650, 600 × 600, 550 × 550, 500 × 500, dan 450 × 450 mm dapat digunakan secara efektif untuk 4 hingga 5 lantai tanpa melebihi batas deformasi. Selain itu, kebaradaan 2 komponen lift pada struktur dapat meredam ketidakberaturan yang terjadi. Kombinasi antara bentuk bangunan yang tidak simetris dan pertambahan jumlah lantai perlu menjadi perhatian dalam desain agar bangunan tetap memenuhi standar keamanan berdasarkan SNI 1726:2019.&#13;
&#13;
Kata Kunci : rumah sakit, jumlah lantai, dimensi struktur, perilaku struktur, bentuk struktur&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165657</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 12:37:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 14:52:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>