<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165655">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN LOKASI DAN JENIS USAHA TERHADAP KINERJA UMKM AGRIBISNIS DAN NON AGRIBISNIS DI PROVINSI ACEH PASCA PANDEMI COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safira Ananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Aceh mengalami dinamika perkembangan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang meningkat selama pandemi COVID-19, dari 104.801 unit menjadi 111.920 unit, namun kembali menurun sebesar 1.523 unit pada tahun 2023. Meskipun ada bantuan seperti BPUM, tantangan pemulihan ekonomi, kenaikan biaya, keterbatasan pasar, dan minimnya digitalisasi menjadi hambatan utama. Kinerja UMKM di Aceh dipengaruhi oleh faktor lokasi dan jenis usaha, di mana UMKM agribisnis menunjukkan potensi pertumbuhan melalui pengolahan produk pertanian, sedangkan UMKM non-agribisnis menghadapi kendala pada manajemen, teknologi, dan pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja UMKM agribisnis dan non-agribisnis pasca-pandemi di Aceh, dengan fokus pada pengaruh lokasi dan jenis usaha, guna memberikan rekomendasi strategi peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Provinsi Aceh dengan mengambil enam kabupaten/kota, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Tengah, Nagan Raya, dan Aceh Timur, yang dipilih secara purposive berdasarkan karakteristik wilayah pantai utara-timur, tengah (pegunungan), dan pantai barat-selatan. Penelitian berlangsung pada Februari hingga Maret 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pelaku UMKM di enam daerah tersebut, dengan sampel sebanyak 70 UMKM yang terdiri dari 35 UMKM agribisnis dan 35 UMKM non-agribisnis, yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui data primer dan sekunder, dengan responden meliputi pemilik usaha dan karyawan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan Chi-square.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja UMKM agribisnis dan non-agribisnis di Provinsi Aceh pasca pandemi COVID-19 secara keseluruhan berada pada kategori cukup baik, dengan skor rata-rata masing-masing 3,44 untuk agribisnis dan 3,38 untuk non-agribisnis. Penilaian ini didasarkan pada empat indikator utama, yaitu laba penjualan, laba usaha, pertumbuhan laba, dan pertumbuhan penjualan. Berdasarkan hasil uji Chi-square, diketahui bahwa lokasi usaha memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja UMKM di kedua sektor. Namun, jenis usaha hanya berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM pada sektor agribisnis, sedangkan pada sektor non-agribisnis (perdagangan dan jasa), tidak ditemukan hubungan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM agribisnis dipengaruhi oleh jenis usaha yang dijalankan, sedangkan kinerja UMKM non-agribisnis lebih ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar jenis usaha.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165655</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 12:36:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 14:14:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>