<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165639">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KESEHATAN KOTA BANDA ACEH DALAM MENGEDUKASI MASYARAKAT TERKAIT DIABETES MELITUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Safinatudin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Diabetes merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi pemicu kematian 71% di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam mengedukasi masyarakat terkait diabetes. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi non partispan dan dokumentasi terhadap empat informan yaitu, 2 staf Dinas Kesehatan, 1 petugas kesehatan di puskesmas, dan salah satu masyarakat yang mengikuti edukasi. Penelitian ini mengacu pada dua kerangka yaitu, Strategi Komunikasi menurut Anwar Arifin (1994) yang mencakup tahapan mengenal khalayak, menyusun pesan, menentukan metode dan penggunaan media guna memahami tahapan perencanaan komunikasi, selain itu Teori Pemasaran Sosial oleh Philip Kothler (1989) yang meliputi Product. price, place, promotion, personnel, process, dan presentation untuk mengkaji strategi komunikasi dalam mempengaruhi kesadaran dan perilaku masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang paling berpengaruh adalah mengenal khalayak, yaitu melalui segmentasi berdasarkan karakteristik demografis (remaja dan lansia), behavioristik (penderita dan non penderita), serta psikografis (tingkat kesadaran kesehatan) yang menjadi acuan penyusunan pesan, metode, penggunaan media serta elemen model promosi pada pemasaran sosial seperti learn-feel-do, feel-learn-do, dan do-feel-learn yang diterapkan secara kontekstual dalam program edukasi, tergantung pada tujuan dan karakteristik sasaran. Selain itu Elemen personil, dan produk, seperti kader kesehatan di Posbindu, berkonstribusi dalam membangun kepercayaan serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat. Kolaborasi antara strategi komunikasi dan pendekatan pemasaran sosial ini menunjukkan keterpaduan dalam upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melalui komunikasi kesehatan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Strategi Komunikasi, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Edukasi, diabetes, Masyarakat Kota Banda Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165639</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 12:26:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-20 15:41:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>