<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165617">
 <titleInfo>
  <title>PEMILU INKLUSIF DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN CALANG KABUPATEN ACEH JAYA (STUDI KASUS PEMENUHAN HAK PILIH WARGA BINAAN  PADA PEMILU 2024)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. FARHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pemilu inklusif di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Calang Kabupaten Aceh Jaya pada Pemilu 2024, dengan menitikberatkan  pada  pemenuhan  hak  konstitusional  warga  binaan.  Hak  untuk memilih merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam konstitusi dan  peraturan  perundang-undangan  Indonesia.  Penelitian  ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilu inklusif di Lapas Calang telah dilakukan melalui pendataan pemilih, penyuluhan, serta penyediaan sarana pemungutan suara. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan yang ditemukan, seperti kurangnya pemahaman politik warga binaan, keterbatasan koordinasi antarinstansi, dan sarana yang belum sepenuhnya memadai. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sinergi  antara  Komisi  Pemilihan  Umum,  Kementerian  Hukum  dan  HAM,  serta pihak  Lapas  guna  menjamin  pelaksanaan  pemilu  yang  adil  dan  inklusif  di  masa mendatang.  &#13;
Kata Kunci: Pemilu Inklusif, Hak Pilih, Warga Binaan, Lapas, Demokrasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 12:06:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 12:09:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>