<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165615">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERBEDAAN UKURAN MATA PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN PANCING TONDA DI TPI ULEE COT KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>APRIANTI SAPUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran mata pancing terhadap hasil tangkapan alat tangkap pancing tonda di TPI Ulee Cot, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan tiga ukuran mata pancing yang berbeda, yaitu nomor 4, 5, dan 6. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan sepuluh kali ulangan menggunakan unit kapal dan prosedur operasional yang seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil tangkapan berdasarkan ukuran mata pancing yang digunakan. Ukuran mata pancing nomor 5 menghasilkan jumlah tangkapan tertinggi yaitu 43 ekor, disusul ukuran 4 sebanyak 39 ekor, dan ukuran 6 sebanyak 28 ekor. Spesies dominan yang tertangkap adalah baby tuna (Euthynnus alletteratus), cakalang (Katsuwonus pelamis), dan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Dari perspektif morfologi mulut ikan, ukuran mata pancing nomor 5 dinilai paling sesuai untuk fase juvenil ikan pelagis karena ukurannya yang proporsional dengan bukaan mulut. Hasil uji ANOVA satu arah menunjukkan bahwa perbedaan ukuran mata pancing memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan (p &lt; 0,05). Temuan ini dapat digunakan sebagai rekomendasi bagi nelayan dalam memilih ukuran mata pancing yang tepat untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan.&#13;
Kata kunci: Pancing tonda, ukuran mata pancing, hasil tangkapan, baby tuna, ANOVA&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165615</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 12:05:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 14:07:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>