<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165565">
 <titleInfo>
  <title>SINTESIS DAN KARAKTERISASI CARBON QUANTUM DOTS (CQDS) DARI LIMBAH AMPAS NILAM MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FITRI RAHMAHYANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ampas nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan limbah biomassa dari hasil penyulingan minyak nilam yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini memanfaatkan ampas nilam sebagai sumber karbon untuk pembuatan carbon quantum dots (CQDs) menggunakan metode hidrotermal. Carbon quantum dots (CQDs) merupakan karbon berdimensi nol yang sebagian besar terdiri dari karbon dengan ukuran di bawah 10 nm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu hidrotermal terhadap karakteristik CQDs yang dihasilkan. Variasi suhu hidrotermal yang digunakan untuk membuat CQDs dari ampas nilam, yaitu 150℃, 180℃, dan 200℃ selama 1 jam. Hasil fluoresensi CQDs dari ampas nilam menunjukkan pendaran berwarna biru yang semakin tinggi seiring meningkatnya suhu hidrotermal. Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) mengonfirmasi terbentuknya CQDs dari ampas nilam dengan ditandai adanya gugus fungsi C=C mengindikasikan bagian dari inti karbon, sedangkan gugus fungsi O-H, C-H, dan C=O menunjukkan bagian dari surface state pada CQDs. Hasil particle size analyzer (PSA) menunjukkan ukuran partikel dominan CQDs dari ampas nilam pada suhu 150℃, 180℃ dan 200℃ berturut-turut adalah 37,84 nm; 24,36 nm; dan 7,53 nm. Selain itu, hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan morfologi CQDs dari ampas nilam yang disintesis pada suhu 150°C, 180°C, dan 200°C cenderung berbentuk bulat (quasi-spherical) dan bongkahan kecil hingga besar akibat adanya aglomerasi. &#13;
&#13;
Kata kunci: Carbon quantum dots (CQDs), ampas nilam, hidrotermal, fluoresensi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165565</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 11:29:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 11:35:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>