<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165521">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN REAKSI OBAT YANG TIDAK DIHARAPKAN (ROTD) PADA PASIEN PENGGUNA OBAT SITOTOKSIK DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riva Fitrya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Reaksi Obat yang Tidak Diharapkan (ROTD) merupakan tantangan signifikan dalam terapi kanker, khususnya akibat penggunaan obat sitotoksik yang memiliki potensi toksisitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian ROTD, mengidentifikasi obat penyebab, serta menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan ROTD pada pasien kanker yang menjalani rawat jalan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Studi ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional pada 96 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis, kemudian dianalisis dengan algoritma Naranjo, Hartwig-Siegel, dan Schumock-Thornton untuk menilai kausalitas, keparahan, serta preventabilitas ROTD. Hasil menunjukkan bahwa angka kejadian ROTD mencapai 97,9% (94 dari 96 pasien), dengan hasil sebagian besar kategori probable (50,5%), reaksi tergolong ringan (89,5%), dan tidak dapat dicegah (65,3%). Obat paling sering menyebabkan ROTD adalah kombinasi Doxorubicin dan Cyclophosphamide, diikuti Docetaxel, Paclitaxel, dan Zoledronic Acid. Analisis bivariat menunjukkan tiga faktor risiko signifikan terhadap ROTD, yaitu kepatuhan pasien (p=0,000), jumlah obat yang digunakan (p=0,000), dan jenis obat sitotoksik (p=0,023). Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan pelaporan terhadap ROTD serta pelaksanaan farmakovigilans yang lebih baik untuk meningkatkan keselamatan pasien dalam terapi kanker. &#13;
&#13;
Kata kunci: farmakovigilans, faktor risiko, kanker, ROTD, sitotoksik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165521</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 11:01:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 11:17:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>