<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165497">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH HARGA MATERIAL UTAMA SEBAGAI VARIABEL MODEL TERHADAP HARGA SATUAN BANGUNAN GEDUNG  DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Idris Ibrahim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan infrastruktur memerlukan suatu acuan atau standar  yang sesuai. Salah satu acuan tersebut berupa standar harga satuan bangunan gedung. Beberapa penelitian terdahulu telah memberikan sejumlah analisa dan rekomendasi. Namun hasil yang  diberikan belum seluruhnya aplikatif untuk kondisi wilayah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Permasalahan yang akan dikaji dalam penulisan  ini  adalah bagaimana  mengupayakan model  Harga  Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN). Penelitian ini merumuskan kembali sebuah model harga satuan bangunan gedung sekaligus mengkaji pengaruh harga material&#13;
--            utama yang digunakan sebagai  variabel model.  Model tersebut menggunakan&#13;
variabel harga 8 jenis material utama bangunan gedung, yaitu; kayu balok klas I,&#13;
kayu papan klas II, besi, semen, keramik, batu bata, genteng metal dan pasir pasang.  Kajian  dibatasi untuk gedung berklasifikasi sederhana.  Model disusun&#13;
menggunakan analisa regresi linier berganda. Menggunakan data kontrak bangunan gedung dari ta.hun 2006 sampai tahun 2009. Model harga satuan yang&#13;
dihasilkan adalah Y  =  -  3.046.064,501   -  0,477X,  -  0,248  + 185,094X%  +&#13;
     51,379X, + 17,424X, + 6.771,885X, + 21,056,-  16,569X%, dengan nilai r dan R?&#13;
masing-masing sebesar 85,5% dan 73,1%. Model tersebut digunakan hanya untuk&#13;
Kota Banda Aceh.  Untuk kabupaten/kota lain diprediksi menggunakan indeks&#13;
harga satuan bangunan. Pada tahun 2006, Aceh Besar, Aceh Utara dan Bireuen memiliki nilai indeks terendah di Provinsi Aceh, yaitu berkisar dari  1-1,41.&#13;
Sebaliknya Simeulue merupakan kabupaten dengan nilai indeks tertinggi. Prediksi HSBGN untuk kabupaten Simeulue tahun 2010-2012 masing-masing sebesar Rp. 5.237.000, Rp. 5.743.000 dan Rp.6.249.000.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Model, Harga Satuan Bangunan Gedung, Harga Material.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 10:45:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 10:45:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>