<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165385">
 <titleInfo>
  <title>SISTEM PELACAKAN KEDATANGAN BUS MENGGUNAKAN PROXIMITY BEACON DAN PENGINDERAAN BERBASIS SMARTPHONE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diky Wahyudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berkembang pesatnya urbanisasi menuntut adanya sistem transportasi publik yang efisien, sehingga mendorong adopsi sistem pelacakan berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi Global Positioning System (GPS) yang umum digunakan memiliki sejumlah keterbatasan, seperti ketidakakuratan data saat kendaraan berhenti (location drift), gangguan sinyal di area perkotaan yang padat (urban canyoning), serta biaya implementasi dan pemeliharaan yang tinggi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan alternatif dengan merancang dan mengimplementasikan sistem pelacakan bus yang inovatif menggunakan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE) dan penginderaan berbasis smartphone, yang diterapkan pada layanan Trans Koetaradja di Banda Aceh. Sistem ini dirancang dengan arsitektur yang terdiri dari proximity beacon yang dipasang pada bus dan perangkat gateway berbasis smartphone yang ditempatkan di halte. Perangkat gateway bertugas mendeteksi sinyal dari proximity beacon untuk mengidentifikasi kedatangan bus dan mengirimkan data secara real-time ke backend. Sistem backend dibangun secara serverless menggunakan layanan Amazon Web Services (AWS), yang mencakup API Gateway, AWS Lambda, DynamoDB, Amazon S3, dan Amazon EventBridge untuk memproses, menyimpan, dan mengarsipkan data secara otomatis. Hasil pengujian lapangan selama tiga minggu pada rute koridor 1 yang memiliki 15 unit bus dan 15 halte menunjukkan bahwa sistem ini dapat diandalkan dengan tingkat keberhasilan deteksi kedatangan bus mencapai 92,12%. Dari data yang berhasil dikumpulkan, rata-rata keterlambatan waktu kedatangan bus TransKoetaradja terhadap jadwal resmi adalah 251,71 detik (sekitar 4,2 menit), yang masih berada dalam batas toleransi waktu tunggu penumpang. Sistem ini terbukti menjadi solusi pelacakan yang efektif, akurat, dan hemat biaya, serta mampu menyediakan data operasional yang bermanfaat untuk optimalisasi layanan transportasi publik.&#13;
&#13;
Kata kunci : Pelacakan Bus, Bluetooth Low Energy (BLE), Penginderaan Berbasis Smartphone, Internet of Things (IoT), Amazon Web Services (AWS), Smart Transportation System</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165385</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 09:16:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 10:12:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>