<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165257">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN CAIR RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS EKOENZIM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHAIRUNNASIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Khairunnasirah. (2025). Formulasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan Cair Ramah Lingkungan Berbasis Ekoenzim. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Dra. Sulastri, M.Si. dan Ratu Fazlia Inda Rahmayani, S.Pd., M.Sc.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi sabun cuci tangan cair ramah lingkungan berbasis ekoenzim yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 2588:2017) dan mendeskripsikan karakteristik formulasi tersebut berdasarkan uji sensori dan uji mutu SNI 2588:2017. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan merumuskan lima varian sabun (F0–F4) berbahan ekoenzim pada konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Setiap formula diuji pH, total bahan aktif, bahan yang tidak larut dalam etanol, kadar alkali bebas, kadar asam lemak bebas, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (metode difusi cakram), dan sensori (warna, aroma, tekstur, busa). Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki pH pada rentang 4,1–5,3; total bahan aktif 13,94–26,94%; bahan yang tidak larut dalam etanol ≤ 0,07%; alkali bebas ≤ 0,0304%; dan asam lemak bebas ≤0,2143%, sehingga memenuhi batas toleransi SNI 2588:2017. Pada uji Aktivitas antibakteri semua varian formulasi menunjukkan kemampuan daya hambat bakteri yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekoenzim dengan zona hambat rata-rata tertinggi 28,67 mm pada F4 (40% ekoenzim). Uji sensori terhadap 10 panelis menunjukkan bahwa formula F1 (10% ekoenzim) paling disukai (83% tingkat kesukaan) dalam hal warna, aroma, tekstur, dan busa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua varian formulasi memenuhi SNI 2588:2017 dan semua varian formulasi memiliki aktivitas antibakteri yang baik dengan formulasi 10% ekoenzim merupakan varian yang paling disukai oleh panelis. &#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Sabun, ekoenzim, antibakteri&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 20:22:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 09:19:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>