<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16523">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN ONSET DAN SEDASI KETAMIN-XYLAZIN DAN PROPOFOL PADA ANJING JANTAN LOKAL (CANIS FAMILIARIS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairul Fadhli, S.KH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PERBANDINGAN ONSET DAN SEDASI KETAMIN-XYLAZIN DAN PROPOFOL PADA ANJING JANTAN LOKAL (Canis familiaris)&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh kombinasi ketamin-xylazin dan propofol secara tunggal terhadap onset dan sedasi pada anjing jantan lokal (Canis familiaris). Dalam penelitian ini digunakan 6 ekor anjing jantan lokal yang secara klinis dinyatakan sehat. Secara acak, seluruh anjing dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok perlakuan terdiri atas 3 ekor. Seluruh hewan coba dipuasakan dan diberikan premedikasi atropin sulfat (0,04 mg/kg bb) 10 menit sebelum pemberian anestesi. Kelompok I diinjeksikan dengan kombinasi ketamin (10 mg/kg bb) dengan xylazin (2 mg/kg bb) digabungkan dalam satu spuit secara intravena. Sedangkan kelompok II diinjeksikan dengan propofol (6,6 mg/kg bb) secara intravena. Selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap onset dan sedasi. Mula kerja obat dihitung sebagai waktu onset sedangkan sedasi adalah lama hewan teranestesi. Data yang diperoleh terhadap timbulnya onset dan sedasi dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil perbandingan onset ketamin-xylazin dan propofol adalah 25,3±1,52: 31,6±1,15 detik, dan hasil perbandingan sedasi ketamin-xylazin dan propofol adalah 14,5±3,06: 4,35±1,13 menit. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji t menunjukkan perbedaan sangat nyata (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>16523</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-09-21 15:53:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-21 15:55:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>