<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165137">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN INTERPOLASI SPLINE KUBIK DALAM PENYELESAIAN MASALAH KONTROL OPTIMAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AL IHDAINI ABDULLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Matematika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem dinamik memerlukan pengendalian yang akurat dan efisien, namun kompleksitas dan sifat nonliniernya sering menyulitkan penerapan metode analitik dalam menentukan penyelesaiannya. Metode numerik konvensional kerap menghadapi kendala dalam hal fleksibilitas dan kestabilan numerik. Oleh karena itu, pendekatan spline kubik menjadi alternatif yang menarik. Dalam penelitian ini, masalah kontrol optimal ditransformasikan ke dalam bentuk nonlinear programming dengan merepresentasikan fungsi state dan kontrol menggunakan spline kubik. Proses optimasi dilakukan menggunakan metode Sequential Quadratic Programming (SQP) untuk mendapatkan nilai-nilai parameter spline kubik yang optimum. Hasil pendekatan numerik ini dibandingkan langsung dengan solusi analitik untuk mengevaluasi akurasi dan efektivitas metode yang diusulkan. Evaluasi dilakukan berdasarkan nilai Sum of Squared Errors (SSE) untuk fungsi state x(t) dan kontrol u(t), dengan jumlah segmen yang digunakan sebanyak 4, 8, dan 16. Berdasarkan hasil perhitungan pada kasus ini, diperoleh bahwa untuk 4 segmen, galat yang terjadi adalah sebesar 7,700874 × 10−3 untuk x(t) dan 7,115623 × 10−2 untuk u(t). Ketika jumlah segmen ditingkatkan menjadi 8, galat menurun menjadi 1,881865 × 10−4 untuk x(t) dan 1,193316 × 10−2 untuk u(t). Penambahan segmen lebih lanjut hingga 16 segmen menghasilkan galat sebesar 4,500655 × 10−5 untuk x(t) dan 5,166506 × 10−3 untuk u(t). Berdasarkan data ini, terlihat bahwa nilai SSE cenderung menurun seiring bertambahnya jumlah segmen, sehingga menunjukkan bahwa peningkatan jumlah segmen dapat memperbaiki akurasi pendekatan terhadap solusi analitik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165137</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 16:52:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 09:17:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>