<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165127">
 <titleInfo>
  <title>MODEL MATEMATIKA PERCERAIAN DENGAN MEDIASI DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FEBY SYAFILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Matematika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perceraian merupakan salah satu permasalahan sosial yang mengalami peningkatan signifikan di Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter mediasi terhadap dinamika perceraian menggunakan model matematika MQEAVDR, yang membagi populasi ke dalam tujuh subpopulasi, yaitu rentan (M), terpapar (Q,E,A,V), terinfeksi (D), dan sehat (R). Model dibangun dalam bentuk sistem persamaan diferensial dan dianalisis kestabilannya melalui titik kesetimbangan dan nilai eigen. Data diperoleh dari BPS Aceh tahun 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi memainkan peran penting dalam menurunkan laju transisi menuju perceraian. Titik kesetimbangan bebas perceraian dan titik kesetimbangan endemik menunjukkan kestabilan asimtotik, yang mencerminkan sistem yang stabil baik dalam kondisi perceraian rendah maupun tinggi. Nilai R0 kecil dari 1 pada seluruh 48 kondisi parameter menunjukkan bahwa perceraian cenderung menghilang dari populasi dalam jangka panjang. Simulasi memperlihatkan peningkatan perceraian dalam 10 tahun pertama, tetapi keberhasilan mediasi mempercepat penurunan kasus secara signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa mediasi berperan strategis dalam menekan konflik rumah tangga dan menjaga kestabilan sosial. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperluas layanan mediasi dan meningkatkan sosialisasi. Model MQEAVDR juga direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan memasukkan variabel eksternal seperti tingkat pendidikan dan religiusitas guna memberikan hasil yang lebih komprehensif. &#13;
 &#13;
Kata Kunci: perceraian, model matematika, mediasi, titik kesetimbangan, R0</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165127</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 16:48:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-23 09:12:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>