PENGARUH INTENSITAS KOMUNIKASI JARAK JAUH ORANG TUA DENGAN ANAK TERHADAP KEMANDIRIAN EMOSIONAL MAHASISWA RANTAU UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH INTENSITAS KOMUNIKASI JARAK JAUH ORANG TUA DENGAN ANAK TERHADAP KEMANDIRIAN EMOSIONAL MAHASISWA RANTAU UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

NEISYA TRIANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rahmawati - 196209022000122003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2110102010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Komunikasi antara orang tua dan anak berperan dalam perkembangan kemandirian emosional, terutama bagi mahasiswa rantau yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas komunikasi jarak jauh antara orang tua dengan anak terhadap kemandirian emosional mahasiswa rantau Universitas Syiah Kuala. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi transaksional sebagai dasar analisis dan didukung oleh Teori Maintenance Relationship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survey dengan menyebarkan kuisioner kepada responden secara daring. Sampel penelitian ini sebanyak 122 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria:
(1) mahasiswa USK yang berdomisili asal dari luar Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, (2) mahasiswa USK yang telah merantau minimal selama satu semester, dan (3) mahasiswa USK yang berkomunikasi dengan orang tua melalui media jarak jauh. Penelitian ini menggunakan Skala Likert dengan empat bobot untuk mengurangi keragu-raguan dalam menjawab. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai thitung > ttabel (10,116 > 1,657) dengan koefisien determinasi 0,460 maka intensitas komunikasi jarak jauh orang tua dengan anak memengaruhi kemandirian emosional mahasiswa rantau Universitas Syiah Kuala sebesar 46%. Hasil perhitungan regresi linear menunjukkan nilai b = 0,550 dengan taraf signifikansi 0,000 yang menandakan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara komunikasi jarak jauh orang tua dengan anak dan kemandirian emosional mahasiswa rantau. Hal ini berarti semakin tinggi intensitas komunikasi jarak jauh orang tua dengan anak, maka semakin tinggi pula kemandirian emosional mahasiswa rantau. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti kemandirian emosional tidak hanya melalui intensitas komunikasi saja, tetapi dari sudut pandang lain seperti perbedaan jenis kelamin, lingkungan sosial, teman sebaya, atau aktivitas kampus, serta menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman subjektif mahasiswa rantau dalam menghadapi tantangan emosional akibat keterpisahan dari orang tua.
Kata kunci: Komunikasi jarak jauh, komunikasi orang tua dengan anak, kemandirian emosional, mahasiswa rantau

Communication between parents and children plays a crucial role in the development of emotional autonomy, especially for students living away from home who must adapt to a new environment. This study aims to analyze the effect of the intensity of long-distance communication between parents and children on the emotional independence of Syiah Kuala University students living away from home. The research adopts a transactional communication model as the analytical foundation, supported by the Maintenance Relationship Theory. This study employs a quantitative explanatory approach using a survey method, where data were collected through online questionnaires. The research sample consists of 122 respondents, selected using a purposive sampling technique based on the following criteria: (1) undergraduate students at Syiah Kuala University who originate from outside Banda Aceh and Aceh Besar, (2) students who have lived away from home for at least one semester, and (3) students who communicate with their parents through long-distance media. A four-point Likert scale was used to minimize respondents' hesitation in answering. The hypothesis testing results indicate that tcount > ttable (10.116 > 1.657) with a coefficient of determination (R²) of 0.460, meaning that the intensity of long-distance communication between parents and children influences 46% of students’ emotional autonomy. The linear regression analysis results show that b = 0.550 with a significance level of 0.000, indicating a positive and significant relationship between long-distance communication and emotional independence. This suggests that the higher the intensity of long-distance communication between parents and children, the greater the emotional independence of students living away from home. Future research is expected to explore emotional independence not only in terms of communication intensity but also from other perspectives such as gender differences, social environment, peer relationships, or campus activities. Additionally, a qualitative approach can be used to gain deeper insights into the subjective experiences of students living away from home in dealing with emotional challenges due to parental separation. Keywords: Long-distance communication, parent-child communication, emotional autonomy, students living away from home

Citation



    SERVICES DESK