<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="165035">
 <titleInfo>
  <title>STUDI AIR BALIK AKIBAT PASANG SURUT SEBAGAI SUMBER AIR LAHAN IRIGASI HILIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kurniati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasang surut   adalah  peristiwa alam   yang terjadi karena   adanya  gaya   tarik benda-benda  angkasa,  terutama  bulan.   Pasang surut  ini  dimanfaatkan  untuk keperluan manusia salah  satunya  untuk   membantu   menaikkan permukaan  air sungai guna  keperluan mengairi irigasi pada daerah   hilir sungai,   yang tidak terairi lagi.   Untuk   itu  diperlukan data pasang surut.  Data  pengamatan pasang surut   dapat  diperpanjang   dengan menggunakan  metode   Admiralty.   Dengan metode  tersebut  diperoleh tinggi pasang surut  untuk  tiap  waktu.  Pengempangan pasang surut yang terjadi dihitung dengan metode  tahapan langsung.  Tinggi air yang diperoleh dari perhitungan metoda tahapan langsung dipergunakan untuk mengisi tampungan melalui intake pengambilan. Air yang masuk  ke  tampungan dipergunakan untuk mengairi kembali  areal   irigasi teknis yang tidak terairi lagi. Dari  hasil perhitungan diperoleh;  rentang pasang maksimum  sebesar  1.     m, dari muka  air  surut  ke   muka   air  pasang.  Intake   diletakkan pada  titik   P40,  yang berjarak 1790 m  dari   tiik KRAO.  Dasar   intake  pintu  pasang surut  diletakkan pada elevasi  +5. Sedangkan elevasi muka air pada saluran  terdekat adalah + 5,47 di  BBU.15. Pada awal  intrusi,   tinggi airnya  adalah 1,17         tinggi   ini   jauh di bawah  elevasi  intake dengan panjang  intrusi  39,7 km  menuju ke  bawah  dasar sungai.   Kenaikkan  air   inggi  terjadi pada saat  pasang perbani  dan   pasang purnama.    Debit  intake  pasang surut  berkisar antara 0 - 45,6 m'/det. Debit yang dipergunakan untuk  luas  lahan  irigasi 100 ha  - 251 ha adalah berkisar antara 0,24-0.6 m'/det perhari. Bukaan pintu pengambilan terbesar adalah 0.5 m. Tinggi tampungan  pada saat pasang surut biasa, perbani  dan pasang purnama berkisar antara  I -2, m.  Luas  tampugan untuk  lahan  100 ha adalah 78.384.43 mi.Lus tampungan  untuk   lahan    200   hektar   adalah  86.628,73  m    dan    251  hektar diperlukan luas  tampungan seluas  89.606,6] m   .   Luas  tampungan efektif untuk&#13;
100 ha  adalah 22.400 m .  untuk  200  ha  adalah 30.880 m'  dan  251 ha  adalah:&#13;
37.200 n&#13;
&#13;
Kata Kunci   :  Pasang  Srut, Irigasi, Tampungan,  Air Balik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>165035</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 15:50:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 15:50:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>