<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164973">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN HISTOPATOLOGI LUKA SAYAT YANG DIBERI PLASMA KAYA TROMBOSIT HETEROLOG DENGAN AUTOLOG PADA KUCING (FELIS CATUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI GUNAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka sayat adalah hilang atau rusaknya jaringan tubuh yang disebabkan benda tajam ataupun cakaran kemudian menimbulkan luka dalam sehingga menjadi luka terbuka. Pemberian plasma kaya trombosit dapat membantu kesembuhan luka karena banyak mengandung faktor pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah sel inflamasi, sel fibroblast, angiogenesis, sel nekrosis, dan ketebalan epitel kesembuhan luka sayat secara histopatologi pada kucing (Felis catus) yang diberi plasma kaya trombosit heterolog dengan plasma kaya trombosit autolog. Penelitian ini menggunakan enam ekor kucing jantan berumur 1-2 tahun dengan berat badan 3-4 kg dan dibagi menjadi dua kelompok. Semua kucing diberikan defek incisi pada daerah flank sepanjang 4 cm dengan kedalaman mencapai muskulus. Kedua kelompok dilakukan pemberian perlakuan plasma kaya trombosit heterolog (K-1) dan plasma kaya trombosit autolog (K-2). Pengambilan sampel histopatologi dilakukan pada hari ke-14 setelah perlakuan untuk pengamatan struktur jaringan. Jumlah sel inflamasi, fibroblast dan nekrosis lebih sedikit pada (K-1) dibandingkan dengan (K-2) dengan perbedaan signifikan (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164973</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 15:05:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 22:40:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>