<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164911">
 <titleInfo>
  <title>KEMOTAKSONOMI DAN ANALISIS IN SILICO KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR (JACK) R.M. SM.) SEBAGAI ANTIDIABETES TIPE II</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dila Maiyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) merupakan tanaman asli Indonesia yang sejak lama telah digunakan sebagai bahan obat-obatan karena kandungan fitokimianya. Pemanfaatan kecombrang sebagai antidiabetes disebabkan oleh kandungan flavonoid yang telah diklarifikasi pada penelitian terdahulu dapat menghambat aktivitas aldosa reductase dan α-glukosidase, menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk pengobatan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerabatan secara kemotaksonomi dan menganalisis secara in silico potensi kecombrang sebagai antidiabetes tipe II. Penelitian ini menggunakan data senyawa hasil GCMS berdasarkan pelarut polar dan nonpolar sejumlah total 30 senyawa. Hasil penelitian secara kemotaksonomi menggunakan pelarut polar menunjukkan bahwa Etlingera elatior memiliki kemiripan dengan 13 spesies lainnya namun tidak serupa, sedangkan pada pelarut nonpolar Etlingera elatior memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan Etlingera rubroloba dengan tingkat kemiripan paling tinggi. Hasil analisis in silico menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung pada E. elatior berpotensi sebagai antidiabetes tipe II yang dapat dijadikan kandidat obat. Berdasarkan hasil kajian molecular modelling senyawa metabolit sekunder kecombrang dapat berinteraksi dengan baik dengan protein-protein inhibitor diabetes mellitus salah satunya PIK3CA. Penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan pada kajian in vitro dan in vivo untuk membuktikan jalur mekanisme molekuler yang dilalui oleh kecombrang sebagai antidiabetes tipe II.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Diabetes, In Silico, Kecombrang, Kemotaksonomi, Nonpolar, Polar &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164911</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 14:10:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 22:20:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>