<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164901">
 <titleInfo>
  <title>ESTIMASI DAYA SERAP KARBON TANAMAN MANGROVE MENGGUNAKAN MODEL DEEP LEARNING BERBASIS MOBILENETV2</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FIANNISA FAIZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim&#13;
karena kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO₂).&#13;
Estimasi daya serap karbon mangrove umumnya masih dilakukan secara manual,&#13;
yang memerlukan waktu dan sumber daya yang besar. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengembangkan metode estimasi daya serap karbon mangrove secara&#13;
otomatis menggunakan model deep learning MobileNetV2 berbasis deteksi objek.&#13;
Data yang digunakan berupa citra udara kawasan mangrove Gampong Pande,&#13;
Banda Aceh, yang terdiri atas tiga genus utama, yaitu Rhizophora, Avicennia, dan&#13;
Nypa. Citra dianotasi secara manual dengan bounding box dan digunakan untuk&#13;
melatih model deteksi objek. Evaluasi performa model dilakukan dengan&#13;
mengukur nilai Average Precision (AP), Average Recall (AR), dan Intersection&#13;
over Union (IoU). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa performa deteksi model&#13;
masih rendah, terutama pada objek dengan ukuran kecil dan tumpang tindih,&#13;
dengan nilai AP dan AR yang belum mencapai standar akurasi yang diharapkan.&#13;
Estimasi daya serap karbon berdasarkan hasil deteksi model menunjukkan deviasi&#13;
yang cukup besar jika dibandingkan dengan estimasi dari ground truth maupun&#13;
pengukuran lapangan. Validasi menggunakan tiga pendekatan: prediksi model,&#13;
ground truth, dan pengukuran lapangan menunjukkan bahwa anotasi manual dan&#13;
data lapangan memiliki kesesuaian tinggi, sementara hasil model mengalami&#13;
selisih estimasi sebesar 30–45% pada beberapa objek, khususnya Avicennia&#13;
marina dan Nypa fruticans. Hal ini mengindikasikan bahwa kelemahan utama&#13;
terletak pada akurasi spasial model. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan&#13;
kualitas data, eksplorasi arsitektur model lanjutan, serta integrasi dengan data&#13;
lapangan untuk pengembangan lebih lanjut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164901</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 14:02:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 22:16:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>