<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164865">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFEK MINYAK NILAM DAN CEMPAKA TERHADAP KETEBALAN KULIT DAN KOLAGEN PADA MENCIT YANG DIINDUKSI SINAR UVB</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Aida Rossa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paparan sinar UVB berulang dapat memicu stres oksidatif yang mempercepat proses penuaan kulit, yang ditandai dengan penurunan ketebalan kulit dan kerapatan kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan serta efek topikal dari minyak nilam (crude oil dan fraksi ringan) dan minyak cempaka (putih dan kuning) terhadap berbagai indikator penuaan kulit pada mencit yang diinduksi radiasi UVB. Sebanyak 21 ekor mencit dibagi ke dalam tujuh kelompok perlakuan dalam Rancangan Acak Lengkap. Aktivitas antioksidan diukur dengan metode ABTS, sementara ketebalan lapisan epidermis, dermis, dan hipodermis dianalisis melalui &#13;
preparat histologi H&amp;E. Kerapatan kolagen dianalisis menggunakan pewarnaan Mallory Trichome dan perangkat lunak ImageJ. Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri uji memiliki aktivitas antioksidan yang bervariasi dari lemah hingga sangat kuat (IC50 rendah), dengan minyak nilam crude dan fraksi ringan pada konsentrasi 0,5% &#13;
dan 1% menunjukkan potensi paling tinggi. Perlakuan topikal minyak secara signifikan meningkatkan ketebalan kulit, dengan hasil tertinggi pada fraksi ringan minyak nilam (877,2±36,69 μm) dan dermis (409,66±22,98 μm), sementara minyak cempaka kuning memberikan ketebalan hipodermis tertinggi (383,36±37,81 μm). Selain itu, minyak nilam fraksi ringan juga menunjukkan persentase kerapatan dan distribusi serat kolagen tertinggisebesar 68,37±6,41. Hasil ini mendukung potensi minyak atsiri sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk dermatologis antipenuaan terhadap dampak buruk radiasi UVB. &#13;
&#13;
Kata Kunci: minyak nilam, minyak cempaka, antioksidan, ketebalan kulit, kolagen</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164865</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 13:19:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 15:46:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>