<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164857">
 <titleInfo>
  <title>UPAYA KOMUNITAS BUDDHA DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA DI KABUPATEN BIREUEN (STUDI PADA MASYARAKAT DESA BANDAR BIREUEN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah Aldira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kehidupan beragama merupakan bentuk keyakinan terhadap kekuatan gaib atau supranatural yang diyakini mampu memengaruhi kehidupan individu maupun masyarakat. Desa Bandar Bireuen merupakan salah satu desa di Kabupaten Bireuen yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, namun di dalamnya juga terdapat komunitas minoritas pemeluk agama Buddha. Keberadaan komunitas Buddha di desa tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat majemuk yang harmonis, rukun, dan saling membantu, meskipun terdapat perbedaan keyakinan. Komunitas Buddha tidak menutup diri dan membangun relasi sosial dalam forum dengan masyarakat sekitar tanpa memandang perbedaan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya komunitas Buddha dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat mayoritas Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teori Modal Sosial Robert David Putnam yang menekankan pentingnya kepercayaan, norma, dan jaringan sosial dalam menciptakan keharmonisan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Buddha aktif menjaga kerukunan melalui adaptasi sosial, komunikasi lintas agama, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Komunitas ini menjunjung tinggi norma-norma budaya dan agama yang berlaku, serta menjalin relasi sosial yang erat dengan masyarakat Muslim. Meskipun menghadapi hambatan seperti stereotip, keterbatasan ruang ibadah, dan tantangan pewarisan nilai agama kepada generasi muda, komunitas Buddha tetap konsisten menjaga kedamaian dan menjadi bagian penting dalam memperkuat harmoni sosial di Desa Bandar Bireuen.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Upaya, Komunitas Buddha, Kerukunan Antarumat, Desa                    Bandar Bireuen&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 13:07:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 15:51:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>