UJI VIRULENSI ISOLAT WSSV (WHITE SPOT SYNDROME VIRUS) YANG BERBEDA TERHADAP UDANG PISANG (PENAEUS SP.) SECARA HISTOPATOLOGI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UJI VIRULENSI ISOLAT WSSV (WHITE SPOT SYNDROME VIRUS) YANG BERBEDA TERHADAP UDANG PISANG (PENAEUS SP.) SECARA HISTOPATOLOGI


Pengarang

Zahria Zurrah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1111102010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian tentang uji virulensi isolat WSSV (White Spot Syndrome Virus) yang berbeda terhadap udang pisang (Penaeus sp.) telah dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar, pada bulan Maret-Mei 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui virulensi isolat WSSV yang berbeda terhadap udang pisang dan mengetahui jumlah kerusakan sel berupa nekrosis, degenerasi lemak, dan hiperthrophy inclusion body pada gambaran histopatologis udang pisang yang terinfeksi WSSV. Penelitian dilakukan menggunakan sampel udang pisang dengan berat rata-rata 4 gram yang diperoleh dari daerah Lamno, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu A diinjeksi isolat WSSV udang pisang, B diinjeksi isolat WSSV udang windu, dan C diinjeksi PBS (Kontrol). Parameter yang diamati meliputi tingkah laku (respon makan dan aktifitas berenang), morfologi (warna tubuh, hepatopankreas, rostrum, karapas, antenna, antenulla, pereiopod, pleopod, mata, dan uropod), sintasan, gambaran histopatologi (nekrosis, degenerasi lemak, dan hiperthrophy inclusion body) pada hepatopankreas, insang, dan epitelium subkutikular. Data perubahan tingkah laku dan perubahan morfologi menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan antara perlakuan injeksi isolat WSSV udang pisang dan injeksi isolat WSSV udang windu pada udang pisang. Sintasan udang uji dengan perlakuan injeksi isolat WSSV udang pisang dan injeksi isolat WSSV udang windu 0%, dengan kematian udang uji pada perlakuan injeksi isolat WSSV udang pisang terjadi ±25 jam setelah injeksi sedangkan perlakuan injeksi isolat WSSV udang windu terjadi ±32 jam setelah injeksi. Sedangkan data sel yang terinfeksi dan gambaran histopatologi menunjukkan bahwa sel yang terinfeksi pada perlakuan dengan injeksi isolat WSSV udang pisang lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan injeksi isolat WSSV udang windu. Dari hasil pengamatan dan analisa secara deskriptif, dapat disimpulkan bahwa isolat WSSV udang pisang lebih virulen dibandingkan isolat WSSV udang windu terhadap udang pisang.
Kata kunci : Udang pisang (Penaeus sp.), isolat WSSV, virulensi, gambaran histopatologi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK