<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164777">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN KOMUNIKASI NONVERBAL KINESIK ANTARA MAHASISWA ASING DAN MAHASISWA LOKALRNDI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYARIFAH AURA ATTAHIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Dalam lingkungan kampus yang multikultural, tidak semua interaksi antar mahasiswa berjalan lancar, terlebih ketika perbedaan bahasa menjadi penghalang utama. Mahasiswa asing di Universitas Syiah Kuala, khususnya angkatan 2022, menghadapi tantangan besar dalam berkomunikasi karena keterbatasan penguasaan Bahasa Indonesia. Situasi ini mendorong penggunaan komunikasi nonverbal, khususnya kinesik, sebagai alternatif utama untuk menjalin relasi dan menyampaikan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi nonverbal kinesik digunakan dalam interaksi antara mahasiswa asing dan mahasiswa lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara semi terstruktur. Informan terdiri dari enam orang: tiga mahasiswa asing dan tiga mahasiswa lokal yang aktif berinteraksi dalam organisasi kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pesan kinesik berupa fasial, gestural dan postural digunakan untuk mengekspresikan emosi, memperjelas maksud, dan menciptakan kenyamanan dalam komunikasi. Temuan ini dianalisis menggunakan teori kinesik Ray L. Birdwhistell dan model perilaku kinesik Paul Ekman dan Wallace Friesen. Komunikasi kinesik terbukti menjadi alat penting dalam membangun pemahaman lintas budaya, khususnya pada masa awal interaksi mahasiswa asing di kampus. Penelitian ini dilakukan setelah para informan menjalin interaksi selama lebih dari enam bulan. Temuan penelitian ini tidak hanya menunjukkan penggunaan komunikasi kinesik dalam interaksi antarbudaya, tetapi juga mengungkap gestur-gestur yang dibawa dari budaya asal. Serta bagaimana mahasiswa saling beradaptasi dengan bentuk kinesik satu sama lain. Hal ini menegaskan bahwa komunikasi kinesik bukan hanya alat bantu ekspresi, tetapi ruang negosiasi makna antarbudaya yang dinamis dan kontekstual.&#13;
Kata kunci: komunikasi nonverbal, kinesik, mahasiswa asing, interaksi antarbudaya, Universitas Syiah Kuala.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164777</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:44:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 14:36:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>