<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164749">
 <titleInfo>
  <title>REKAYASA SISTEM KELISTRIKAN PADA GARDU HUBUNG UNIVERSITAS SYIAH KUALA UNTUK KEANDALAN SISTEM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abi Yusuf Aulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengembangkan sistem distribusi tenaga listrik di Gardu Hubung (GH) Universitas Syiah Kuala (USK) dalam rangka meningkatkan keandalan dan efisiensi penyediaan energi listrik bagi seluruh aktivitas kampus. Metode yang digunakan adalah simulasi berbasis perangkat lunak ETAP, dengan pendekatan studi kasus yang mencakup analisis kondisi eksisting serta perancangan skenario pengembangan melalui penambahan suplai dari gardu induk alternatif dan optimalisasi konfigurasi jaringan distribusi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, penyulang BA 14 dan BA 26 menghasilkan tegangan ujung berkisar antara 96,66% hingga 101,02% dengan susut daya sebesar 162–308 kW. Sementara itu, pada skenario pengembangan yang melibatkan suplai dari Gardu Induk Ulee Kareng, terjadi peningkatan tegangan ujung menjadi lebih dari 103%, serta penurunan susut daya secara signifikan hingga mencapai 29 kW. Implementasi LBS3-arah yang terintegrasi dengan sistem SCADA memungkinkan manuver penyulang secara otomatis, yang berkontribusi terhadap penurunan nilai SAIDI dari 776 menjadi 224 menit/pelanggan, dan nilai CAIDI dari 145,5 menjadi 42 menit/gangguan. Lebih lanjut, aktivasi fitur FLISR mampu menurunkan SAIDI hingga 74,7 menit dan CAIDI menjadi 14 menit/gangguan. Nilai SAIFI tetap sebesar 5,33 kali/pelanggan, sementara MAIFI meningkat dari 0,75 menjadi 1,17 akibat peningkatan sensitivitas terhadap gangguan sesaat. Salah satu pendekatan teknis yang direkomendasikan untuk menurunkan nilai SAIFI adalah aktivasi fitur pickup pada relay proteksi, yang memungkinkan deteksi dini dan selektif terhadap potensi gangguan tanpa menyebabkan pemadaman yang tidak perlu. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi sistem distribusi berbasis SCADA yang adaptif dan dukungan proteksi cerdas memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keandalan dan keberlanjutan infrastruktur kelistrikan kampus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164749</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:29:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:34:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>