<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164737">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POLA ALIRAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG LANGSA MENGGUNAKAN DATA DIGITAL ELEVATION MODEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YORISSA PUTRI SUPARDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan air di Kota Langsa dan sekitarnya. DAS ini menghadapi tantangan serius seperti banjir akibat perubahan tata guna lahan dan intensitas curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola aliran sungai dan pengaruh geomorfologi terhadap pola aliran sungai di DAS Krueng Langsa menggunakan data Digital Elevation Model (DEM). Penelitian dilaksanakan di DAS Krueng Langsa dan analisis data dilakukan di Laboratorium Pengindraan Jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dari November 2024 hingga Maret 2025.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial menggunakan metode spatial analyst hydrology dan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Data yang digunakan berupa DEMNAS, peta geologi, batas administrasi, dan Peta Rupa Bumi Indonesia. Tahapan penelitian meliputi persiapan dan pengumpulan data, pra-analisis, serta analisis visualisasi DEM untuk menentukan arah aliran, akumulasi aliran, dan klasifikasi sungai menggunakan metode Strahler.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Krueng Langsa terbagi menjadi tiga bagian utama: hulu, tengah, dan hilir. Pola aliran yang ditemukan adalah pola dendritik dan trellis. Pola dendritik mendominasi bagian tengah dan hilir DAS yang ditandai dengan topografi datar hingga landai serta litologi batuan sedimen klastik tidak terkonsolidasi. Pola trellis muncul pada bagian hulu dengan topografi lebih curam dan struktur geologi berupa lipatan sinklin dan antiklin. Morfografi DAS didominasi dataran rendah (71,87%) dan perbukitan rendah (13,79%). Sungai utama berorde 5 dengan total 398 alur sungai teridentifikasi.&#13;
Kesimpulannya, pola aliran sungai di DAS Krueng Langsa dipengaruhi oleh karakteristik geomorfologi seperti ketinggian, kemiringan lereng, dan litologi batuan. Pola dendritik berkembang pada area dengan topografi datar dan batuan homogen, sementara pola trellis muncul pada wilayah dengan struktur geologi terlipat. Data DEM sangat efektif dalam membantu pemetaan dan analisis pola aliran untuk mendukung pengelolaan DAS yang lebih baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164737</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:25:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:35:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>