Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS KONTRUKSI KALIMAT BAHASA ACEH DIALEK ACEH BARAT BERDASARKAN TEORI TATA BAHASA KASUS
Pengarang
Safriandi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0809200100006
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) / PDDIKTI : 88101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Safriandi. 2010. Analisis Konstruksi Kalimat Bahasa Aceh Dialek Aceh Barat Berdasarkan Teori Tata Bahasa Kasus. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Pembimbing (I) Dr. Abdul Gani Asyik, M.A. dan (II) Ora. Rostina Taib, M.Hwn.
Kata kunci : konstruksi, dialek Aceh Barat, tata bahasa kasus
Bahasa Aceh memiliki tata bahasa yang berbeda dengan bahasa lain yang ada di dunia ini. Salah satu kajian menarik terhadap bahasa Aceh adalah kajian tata bahasa kasus yang diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore. Fillmore membagi sebuah kalimat menjadi modalitas dan proposisi yang berupa verba disertai sejwnlah kasus, yaitu agentif, instrumental, datif, faktitif, lokatif, objektif, benefaktif, dan komitatif. Konsep tata bahasa kasus yang dikemukakan oleh Fillmore mendeskripsikan konsep, kaidah, dan organisasi sintaksis kasus dalam kalimat bahasa Inggris. Penelitian ini melihat bagaimana tata bahasa kasus menangani konstruksi kalimat bahasa Aceh dialek Aceh Barat. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana kerangka kasus konstruksi kalimat bahasa Aceh dialek Aceh Barat, (2) kasus-kasus apa saja yang tergolong kasus tampak (overt cases) kasus tersembunyi parsial (partially covert cases), dan kasus tersembunyi total (totally covert cases), dan (3) apakah persesuaian pada verba kalimat bahasa Aceh dialek Aceh Barat mempengaruhi keobligatifan dan keopsionalan kasus. Sumber data merupakan data lisan yang dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Data lisan juga diperoleh melalui lima informan berumur 20 s.d. 50 tahun clan penutur asli bahasa Aceh dialek Aceh Barat. Peneliti juga memanfaatkan diri sendiri sebagai sumber data. Hasil penelitian ini adalah (1) kerangka kasus kalimat bahasa Aceh terdiri atas kasus agentif, objektif, datif, ergatif, faktitif, komitatif, benefaktif, instrumen, lokatif, dan waktu. Kasus kasus tersebut ada yang kehadirannya bersifat obligatif dan ada yang bersifat opsional; (2) kasus tampak (overt cases) dalam bahasa Aceh dialek Aceh Barat adalah datif (D), benefaktif (B), dan faktitif (F), kasus tersembunyi parsial (partially covert cases) dalam bahasa Aceh dialek Aceh Barat adalah kasus lokatif (L), waktu (W), agentif (A), ergatif (E), instrumen (I), objektif (0), dan komitatif (K), dan kasus tersembunyi total (totally covert cases) adalah lokatif (L), instrumen (I), dan objektif (O); dan (3) persesuaian pada verba kalimat bahasa Aceh dialek Aceh Barat mempengaruhi keobligatifan dan keopsionalan kasus.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN BAHASA JAMEE DIALEK SINGKIL DENGAN BAHASA JAMEE DIALEK SINABANG (Suliyanti, 2021)
PERBEDAAN DIALEK BAHASA JAMEE WILAYAH ACEH SELATAN DENGAN DIALEK BAHASA JAMEE WILAYAH ACEH BARAT DAYA (RAFLI KEMALA, 2025)
KONSTRUKSI KALIMAT INTEROGATIF BAHASA ACEH DIALEK PEUSANGAN (Julia Fitri, 2017)
DIALECTAL VARIATIONS OF THE JAMEE LANGUAGE SPOKEN IN LABUHANHAJI AND EAST LABUHANHAJI SUB-DISTRICTS (HIJRATUL YUNNA, 2025)
VARIASI BAHASA ACEH DIALEK ACEH BESAR DAN BAHASA ACEH DIALEK PIDIE PADA MASYARAKAT ACEH DI KOTA SABANG (mauliana, 2013)