<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164723">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN PENGUKURAN INDEKS KERENTANAN TANAH TERHADAP GEMPA BUMI RNMENGUNAKAN METODE HVSR DI KECAMATAN WOYLA INDUK DAN SEKITARNYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARHAN AULYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Aceh terletak pada Pulau Sumatera yang merupakan wilayah rawan resiko gempa sangat tinggi, hal ini yang membuat penelitian dilaksanakan yang bertujuan untuk mengukur indek kerentanan tanah terhadap gempa bumi. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Woyla Induk dan sekitarnya yang terletak pada zona tektonik aktif antara Lempeng Hinda – Australia. Selain itu, penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana sebaran litologi dan kondisi geomorfologi pada daerah penelitian. Pada pengukuran indeks kerentanan tanah dilakukan menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) dengan menargetkan beberapa titik pengukuran yang bertujuan untuk mendapatkan nilai frekuensi natural (f0), nilai amplifikasi (A0) dan nilai indeks kerentanan seismik (Kg) yang menggambarkan tangkat kerentanan tanah pada daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan dua metode penelitian yaitu, pemetaan geologi serta metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Pada metode pemetaan geologi dilaksanakan dengan mengamati 5 satuan batuan di area penelitian meliputi satuan batupasir (Qpm), satuan batulanau (Qpm), satuan batulempung (QTt), satuan batulanau (QTt), satuan batupasir (QTt). Pada pengamatan bentang alam ditemukan hanya satu bentang alam dengan dua unit yang berbeda yaitu bentang alam denudasional dengan unit D1 dan D5. Hasil analisis indeks kerentanan tanah pada area penelitian menunjukkan adanya variasi nilai frekuensi dan amplifikasi pada beberapa titik pengukuran. Hasil analisa nilai frekuensi natural menunjukkan area penelitian berada pada klasifikasi tanah tipe I, III dan IV jenis 1 (0,26 – 7,20). Hasil analisis nilai amplifikasi menunjukkan daerah penelitian berada pada kategori rendah hingga sedang (1.60 - 4,30). Hasil analisis nilai indeks kerentanan seismik menujukkan daerah memiliki variasi nilai dari rendah – tinggi (0,6 – 6,17), dengan nilai puncak terdapat pada titik pengukuran 02 yang memiliki nilai indeks kerentanan seismik mencapai 6,17, sehingga menjadi area rawan terhadap gempa bumi &#13;
Kata Kunci: Indeks kerentanan tanah, HVSR, metode HVSR, frekuensi natural (f0), amplifikasi (A0).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164723</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:18:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:49:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>