<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164721">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HASIL AUDIOMETRI NADA MURNI PASIEN ANAK TALASEMIA β MAYOR YANG MENDAPAT TERAPI KELASI BESI DEFERASIROX DAN DEFERIPRONE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hikmah Fitria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Talasemia β mayor merupakan kelainan genetik akibat defek pada gen β-globin yang menyebabkan anemia kronis. Penatalaksanaan utama adalah transfusi darah rutin yang dapat menyebabkan akumulasi zat besi berlebih (hemosiderosis), sehingga diperlukan terapi kelasi besi untuk mengurangi dampaknya. Namun, terapi kelasi besi seperti Deferasirox (DFX) dan Deferiprone (DFP) berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran. Oleh karena itu, deteksi dini gangguan pendengaran penting untuk mencegah dampak permanen.&#13;
Tujuan: Mengetahui hasil pemeriksaan audiometri nada murni pada anak dengan&#13;
talasemia β mayor yang menerima terapi kelasi besi DFX dan DFP.&#13;
Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilakukan pada anak dengan talasemia β mayor yang menjalani terapi kelasi besi DFX dan DFP di Poliklinik talasemia RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Juli-Desember 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling.&#13;
Hasil: Jumlah sampel yang didapatkan yaitu 36 sampel yaitu perempuan 55.6% dan laki- laki 44.4% dengan usia rata-rata 14 tahun,, usia rata-rata saat didianosis talasemia β mayor 3 tahun, usia rata-rata pertama kali menggunakan terapi kelasi besi DFX atau DFP 5 tahun dan mayoritas hasil pemeriksaan pendengaran normal pada kedua telinga. Hasil analisis menunjukkan subjek penelitian yang menerima terapi kelasi besi DFP menunjukkan dosis yang lebih besar dengan durasi yang lebih singkat. Rerata dosis bulanan terapi kelasi besi DFX berhubungan terbalik dengan hasil audiometri dimana peningkatan dosis bulanan akan dapat menyebabkan penurunan dari intensitas pada beberapa frekuensi pada telinga kiri saja (500 Hz, dan 1000 Hz), namun tidak pada frekuensi yang lain (r=-0.385, p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164721</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:17:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 11:46:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>