<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164581">
 <titleInfo>
  <title>PRESENTASI DIRI PENGGUNA PAKAIAN BEKAS (STUDI FENOMENOLOGI PADA REMAJA DI KECAMATAN MEDAN BARAT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Atiya Sururi Wahyudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Thrifting merupakan kegiatan membeli barang bekas, terutama pakaian, yang masih layak pakai dengan harga yang lebih terjangkau. Saat ini, thrifting telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sebagian masyarakat khusunya kalangan remaja, bukan hanya sekedar karena alasan ekonomi, tetapi juga sebagai media ekspresi diri dan pembentukan identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana remaja di Kecamatan Medan Barat mempresentasikan diri mereka melalui pakaian bekas serta melihat bagaimana remaja di Kecamatan Medan Barat dalam memaknai pakaian itu sendiri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, dan dianalisis melalui teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang mencakup proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi pendorong awal remaja memilih pakaian bekas (eksternalisasi). Seiring waktu, praktik ini menjadi tren yang diterima secara luas di lingkungan sosial remaja dan membentuk realitas kolektif bahwa pakaian bekas adalah simbol gaya dan kreativitas (objektivasi). Selain itu, media sosial dan influencer turut memperkuat nilai-nilai tersebut sehingga remaja menjadikan thrifting sebagai bagian dari identitas diri mereka yang modern dan unik (internalisasi). Dengan demikian, penggunaan pakaian bekas tidak hanya &#13;
mencerminkan strategi ekonomi, tetapi juga sarana representasi diri dalam kehidupan sosial remaja urban.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Thrifting, Pakaian Bekas, Remaja, Presentasi Diri, Konstruksi Sosial</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164581</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 07:55:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 08:31:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>