<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164569">
 <titleInfo>
  <title>UJI EFEKTIVITAS PENGERINGAN DAN PENGASAPAN PISANG SALE DENGAN PERALATAN PENGERING BERTINGKAT 14</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FADHLI FARHAN TANJUNG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengeringan adalah proses pengawetan yang berfungsi untuk pengeluaran kandungan kadar air pada suatu bahan hingga mencapai kandungan air tertentu. Pengasapan merupakan cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan kombinasi perlakuan pengeringan dan pemberian senyawa kimia alami dari hasil pembakaran bahan bakar alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas alat pengering  bertingkat 14 dengan metode pengeringan dan pengasapan. Efektivitas dilihat berdasarkan variabel temperatur rak, dan kandungan kadar air yang hilang. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 2 variasi metode serta bahan bakar, yaitu metode pengeringan dengan bahan bakar Liquefied Petroleum Gas (LPG), metode pengasapan dengan bahar bakar batok kelapa dan sabut kelapa. Objek pisang wak digunakan sebagai beban pengeringan dengan kapasitas 3 kg pisang per rak. Alat pengering bertingkat 14 diuji pada temperatur maksimal 90℃ selama 4 jam pertama dan diturunkan 10℃ per 4 jam berikutnya dengan periode waktu pengeringan selama 12 jam. Dari percobaan pengujian didapatkan keseragaman temperatur alat pengering bertingkat 14 antar raknya adalah seragam, ini dapat dinyatakan dengan perbedaan temperatur antar rak sebesar &lt; 4℃. Untuk pengurangan kadar air pada alat pengering bertingkat 14 efektif menurunkan kadar air pada pisang, terlihat pada sample rak 6 dan 12 selama 12	 jam pengeringan sudah menunjukkan penurunan sebesar rata rata 28,2 % pada metode pengeringan dan 27,5% pada metode pengasapan, dengan standar kandungan air berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang baik untuk pisang sale adalah 40% Sehingga alat pengering bertingkat 14 yang diuji dengan 2 metode, pengeringan dan pengasapan menunjukkan proses pengeringan yang efektif karena didapatkan temperatur yang seragam antara rak pengeringan, dan pengurangan kadar air yang baik. &#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pengeringan, temperatur, keseragaman, kadar air.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 06:22:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 08:33:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>