<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164555">
 <titleInfo>
  <title>PERSPEKTIF MAHASISWA TERHADAP MAKNA WARUNG KOPI SEBAGAI RUANG KETIGA (THIRD PLACE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALFIAN MUNIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Fenomena dari penelitian ini, dimana mahasiswa menjadikan warung kopi sebagai ruang alternatif yang berguna untuk melepaskan penat atau stres yang muncul dari ruang pertama (second place) dan ruang kedua (first place), dan kemudian mahasiswa menjadikan warung kopi bukan hanya sekedar menikmati minuman tetapi telah bertranformasi menjadi ruang sosial untuk berkumpul dan nongkrong hingga melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Penelitian ini mengkaji fenomena pandangan mahasiswa terhadap makna warung kopi sebagai ruang ketiga (third place) dan faktor memberlatarbelakanginya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pandangan mahasiswa terhadap makna warung kopi sebagai ruang ketiga (third place) dan untuk mengetahui faktor-faktor mempengaruhi mahasiswa menjadikan warung kopi sebagai ruang ketiga (third place). Penelitian ini mengunakan teori Ruang Ketiga (third place) oleh Oldenburg 1989 dan menggunakan metode fenomenologi, untuk mengkaji makna subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melihat warung kopi sebagai tempat netral di luar rumah dan kampus yang memungkinkan mereka berinteraksi, membentuk komunitas, dan mengekspresikan diri dengan bebas. Berbeda dengan rumah yang sering menimbulkan kebosanan dan kejenuhan, serta kampus dimana sering menimbulkan tekanan. Oleh karena itu mahasiswa lebih memilih warung kopi sebagai ruang ketiga bagi mereka dimana bertujuan untuk mendukung mereka melakukan sesuatu kegiatan yang lebih produktif dan terhindar dari tekanan. Tetapi juga menjadi ruang multifungsi yang dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, bersantai, serta membangun jaringan sosial secara informal dan inklusif.. Mahasiswa memilih warung kopi sebagai ruang ketiga karena berbagai faktor, seperti lokasi yang mudah dijangkau, harga menu yang bersahabat, suasana yang nyaman, serta fasilitas pendukung seperti Wi-Fi dan stop kontak.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Mahasiswa, Warung Kopi, Ruang Ketiga (third place)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164555</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 03:29:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 08:24:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>