<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164527">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEGAGALAN PIPA SUPERHEATER BOILER PADA PABRIK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BIRUL WALIDIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pipa boiler superheater merupakan salah satu komponen vital dalam sistem pembangkit uap pada pabrik kelapa sawit, yang berfungsi untuk meningkatkan suhu uap sebelum dialirkan ke turbin. Kegagalan atau kerusakan pada pipa ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi operasional, peningkatan biaya perawatan, serta menimbulkan potensi risiko keselamatan kerja yang serius.. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tegangan pada pipa superheater menggunakan metode elemen hingga (FEM). Eksperimen dilakukan dengan memodelkan dua kondisi pipa, yaitu tanpa dan dengan cacat, untuk mengidentifikasi bagian kritis yang berpotensi gagal. Simulasi dilakukan meggunakan perangkat lunak FEMAP dengan menginput data berupa geometri, sifat meknaik material, dan kondisi batas. Hasil simulasi pada model tanpa cacat menunjukkan bahwa tegangan maksimum sebesar 50,965 MPa.m1/2 masih di bawah batas yang diizinkan sebesar 78,57 MPa.m1/2, menunjukkan kondisi aman untuk operasi boiler. Faktor intensitas tegangan (KI) melebihi nilai ketangguhan retak (KIC) pada model dengan cacat awal, menunjukkan resiko perambatan retak. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pipa dengan mengevaluasi tegangan pada materialnya.&#13;
&#13;
Kata kunci: Boiler, pipa superheater, tegangan, metode elemen hingga, kegagalan material, faktor intensitas tegangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164527</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 23:46:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 01:31:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>