<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164491">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MULTIATRIBUT SEISMIK UNTUK IDENTIFIKASI RESERVOIR PADA LAPANGAN “X” WILAYAH CEKUNGAN SUMATRA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Batrisyia Izzati Ismar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peran multiatribut seismik sangat penting dalam identifikasi zona reservoir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis zona potensial reservoir pada Formasi Upper-Lower Seurula dan Keutapang di Cekungan Sumatra Utara. Multiatribut seismik yang digunakan meliputi RMS amplitudo, variance, dan sweetness, yang diintegrasikan dengan data log sumur. Interpretasi dan analisis data yang dilakukan telah melalui proses well-to-seismic tie dengan nilai korelasi sebesar 0,637. Selanjutnya dilakukan interpretasi horizon dan patahan yang menghasilkan peta struktur waktu dan kedalaman serta zona dengan potensi akumulasi hidrokarbon. Tahapan terakhir adalah melakukan analisis multiatribut. Hasil analisis menunjukkan bahwa Formasi Keutapang merupakan zona reservoir utama, ditandai oleh nilai RMS Amplitudo dan sweetness yang tinggi serta kontras impedansi akustik yang kuat. Formasi Lower Seurula juga menunjukkan indikasi sebagai zona prospek sekunder, sementara Formasi Upper Seurula bukan reservoir yang prospek. Validasi terhadap data log sumur memperkuat hasil interpretasi, terutama pada zona dengan karakteristik porositas tinggi, resistivitas menengah hingga tinggi, serta adanya cross-over antara kurva densitas (RHOB) dan porositas (NPHI). Berdasarkan temuan ini, integrasi data seismik dan log sumur terbukti efektif untuk meningkatkan akurasi identifikasi zona reservoir dan struktur tinggian dan rendahan serta patahan. Sebagai tindak lanjut, disarankan untuk mengintegrasikan data sumur tambahan guna memungkinkan analisis petrofisika lanjutan. Selain itu, integrasi dengan data geologi dan geokimia, seperti sampel batuan dari sumur bor dan kandungan Total Organic Carbon (TOC) untuk memperkuat hasil interpretasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Multiatribut, log-sumur, reservoir, Cekungan-Sumatra-Utara, well-to-seismic tie</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 21:01:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 01:08:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>