<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164469">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK INDUCED POLARIZATION (IP) DI SEKITAR SITUS BENTENG GUNUNG BIRAM, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURWASYIAFITRIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benteng Gunung Biram yang terletak di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, merupakan situs arkeologi yang memiliki nilai penting dan perlu dilestarikan sebagai objek cagar budaya. Namun, pelestarian situs Benteng Gunung Biram menghadapi berbagai tantangan, terutama karena kurangnya data mengenai struktur bawah permukaan. Oleh karena itu, identifikasi struktur bawah permukaan telah dilakukan menggunakan metode geolistrik Induced Polarization (IP) yang berada di luar area benteng. Metode IP digunakan karena kemampuannya mengukur nilai chargeabilitas bawah permukaan, efektif untuk membedakan jenis material seperti lempung, pasir, dan zona jenuh air. Dengan menggunakan konfigurasi elektroda Wenner-Schlumberger dan spasi elektroda 1 meter, metode ini dapat diaplikasikan secara optimal untuk identifikasi struktur pada zona dangkal. Akuisisi data dilakukan menggunakan Resistivitymeter MAE X612EM dengan 48 elektroda pada setiap lintasan, dan total 2 lintasan yang saling sejajar. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk menghasilkan model penampang 2D chargeabilitas. Hasil pengolahan data menunjukkan variasi nilai chargeabilitas berkisar antara 2 hingga 780 milidetik (ms), dan diklasifikasikan ke dalam tiga zona utama: zona rendah (20–280 ms) yang diinterpretasikan sebagai lempung jenuh air; zona sedang (281–530 ms) yang diinterpretasikan sebagai lempung pasiran; serta zona tinggi (531–780 ms) sebagai batuan vulkanik. Penetrasi maksimum yang dicapai adalah 8,62 meter dengan nilai RMS error masing-masing lintasan di bawah 30%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data awal yang berguna untuk mendukung upaya pelestarian dan perlindungan situs cagar budaya Benteng Gunung Biram.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 19:31:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 00:38:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>