<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164459">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA TSUNAMI (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, KABUPATEN ACEH BARAT)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>POCUT ALYA RATU INARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Upaya mitigasi bencana sering kali kurang mempertimbangkan kebutuhan gender, sehingga efektivitasnya menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi tingkat kerentanan terhadap bencana tsunami berdasarkan gender, serta merumuskan strategi mitigasi yang responsif terhadap isu gender. Pendekatan yang digunakan melalui explanatory sequential mixed methods, dengan tahap kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden (50 laki-laki dan 50 perempuan) di sepuluh gampong, yaitu Gampong Pasir, Gampong Belakang, Gampong Kuta Padang, Gampong Panggong, Gampong Suak Ribee, dan Gampong Suak Indrapuri, Gampong Rundeng dan Gampong Ujong Baroh. dan tahap kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pihak PUPR, BPBD, dan aparat gampong. Teknik analisis yang digunakan mencakup analisis pembobotan terhadap kerentanan sosial, ekonomi, dan fisik untuk mengidentifikasi distribusi tingkat kerentanan masyarakat berdasarkan gender, serta analisis SWOT dengan menggunakan matriks IFAS dan EFAS untuk merumuskan strategi mitigasi tsunami berbasis gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kerentanan perempuan 9,14% lebih tinggi daripada laki-laki, di mana kerentanan tertinggi berada di Gampong Panggong (2,88) dan terendah berada di Gampong Pasar Aceh (3,49). Berdasarkan temuan tersebut, disusun sejumlah strategi mitigasi yaitu reaktivasi komunitas mitigasi bencana, optimalisasi pemanfaatan data terpilah dan pusat edukasi bencana serta mengembangkan pelatihan ekonomi berbasis gender. Temuan ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perencanaan mitigasi yang lebih inklusif dan adaptif terhadap gender guna memperkuat arah pembangunan wilayah yang tangguh bencana sekaligus menjunjung prinsip keadilan dalam tata ruang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164459</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 18:55:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 00:32:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>