<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164403">
 <titleInfo>
  <title>MANAJAEMEN KASUS STUNTING BERBASIS WILAYAH ACEH BESAR (ANALISIS PROGRAM INTERVENSI STUNTING DI PUSKESMAS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Shaliha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masalah stunting menjadi perhatian utama karena dampaknya terhadap &#13;
pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kesehatan anak, termasuk &#13;
kesehatan rongga mulut. Pemerintah telah meluncurkan program percepatan &#13;
penurunan stunting melalui intervensi gizi sensitif dan spesifik sebagai program &#13;
nasional, dengan puskesmas sebagai garda terdepan dalam sektor kesehatan. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kasus stunting &#13;
di wilayah Aceh Besar dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data &#13;
menggunakan regresi linier berganda. Variabel bebas terdiri dari manajemen &#13;
puskesmas (X1) dan manajemen kasus stunting (X2), sedangkan variabel terikatnya &#13;
adalah program intervensi stunting (Y). Hasil uji koefisien determinasi (R Square) &#13;
menunjukkan nilai sebesar 0,538. Artinya, sebesar 53,80% variasi dalam &#13;
pelaksanaan program intervensi stunting dapat dijelaskan oleh variabel manajemen &#13;
puskesmas berdasarkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (X1), serta &#13;
manajemen kasus stunting yang mencakup SDM, anggaran, alat, bahan, metode, &#13;
dan koordinasi lintas program dengan dokter gigi (X2). Sisanya, sebesar 46,19%, &#13;
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. &#13;
Model regresi menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara manajemen &#13;
puskesmas dan manajemen kasus stunting terhadap efektivitas intervensi stunting. &#13;
Penguatan dua aspek ini dapat berkontribusi pada percepatan penurunan angka &#13;
stunting. &#13;
Kata kunci: Stunting, Manajemen Kasus, Puskesmas, Intervensi Spesifik, &#13;
Intervensi Sensitif, Aceh Besar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164403</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 16:38:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 00:00:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>