KONDISI BIOMETRIK KERANG KIJING (PILSBRYOCONCCHA EXILIS) HASIL TANGKAPAN DARI PESISIR PANTAI PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KONDISI BIOMETRIK KERANG KIJING (PILSBRYOCONCCHA EXILIS) HASIL TANGKAPAN DARI PESISIR PANTAI PIDIE JAYA


Pengarang

SAHARA YULIS - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Edy Miswar - 197908162006041003 - Dosen Pembimbing I
Nurhayati - 195911221987022001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111103010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perikanan merupakan salah satu bidang usaha yang mampu membuat
kesejahteraan nelayan di Aceh. Kerang kijing (Pilsbryoconccha exilis) merupakan
salah satu spesies dalam ekosistem air tawar. Kondisi biometrik merupakan parameter
penting dalam biologi perikanan yang dapat digunakan untuk menilai kesehatan,
produktivitas, dan kondisi fisiologi organisme akuatik. Secara keseluruhan biometrik
kerang kijing bertujuan untuk mendukung pengelolaan sumberdaya perairan
berkelanjutan menggunakan metode survey eksplorasi langsung secara random
sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kondisi biometrik
dan kolerasi antara bobot total, bobot daging dan bobot cangkang pada kerang kijing.
Dari hasil penelitian ditemukan nilai korelasi antara berat total, berat isi dan berat
cangkang, kerang tahu dari lokasi Paloh cenderung memiliki nilai korelasi (R2) yang
lebih rendah dibandingkan kerang kijing dari Cot Lheu Rheng dan Deah Pangwa, dan
nilai korelasi (R2) yang cenderung lebih tinggi yaitu di lokasi Paloh, masing-masing
nilai korelasi setiap lokasi penelitian yaitu: 0,11, 0,51, 0,58. Bedasarkan nilai b
diketahui bahwa kerang kijing dari ketiga lokasi penelitian memiliki pertumbuhan
allometrik negative diketahui bahwa nilai b < 3 artinya pertumbuhan berat kerang tidak
secepat pertumbuhan panjangnya.

Fisheries is one of the business sectors that can improve the welfare of fishermen in Aceh. The Asian clam (Pilsbryoconchus exilis) is one of the species in freshwater ecosystems. Biometric conditions are an important parameter in fish biology that can be used to assess the health, productivity, and physiological condition of aquatic organisms. Overall, the biometrics of the Asian clam aim to support the management of sustainable water resources using direct exploratory survey methods through random sampling. This study aims to determine the comparison of biometric conditions and the correlation between total weight, meat weight, and shell weight in the Asian clam. The research findings revealed a correlation between total weight, flesh weight, and shell weight, with the clams from the Paloh location tending to have a lower correlation value (R2) compared to the clams from Cot Lheu Rheng and Deah Pangwa, and the correlation value (R2) that tends to be higher, which is at the Paloh location, with each study site's correlation values being: 0.11, 0.51, 0.58. Based on the value of b, it is known that the clams from the three research locations exhibit negative allometric growth with the value of b < 3, meaning that the weight growth of the clams is not as fast as their length growth.

Citation



    SERVICES DESK