<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164359">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN STABILITAS PONTON MENGGUNAKAN MATERIAL BETON RINGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rayyan Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir merupakan bencana alam yang sering melanda Indonesia, mengakibatkan dampak signifikan terhadap infrastruktur sanitasi dan kesehatan masyarakat. Kondisi darurat akibat banjir menimbulkan permasalahan kompleks, terutama terkait akses fasilitas sanitasi yang layak di wilayah terdampak. Permasalahan sanitasi di daerah bencana ditandai dengan minimnya fasilitas kesehatan, sistem pembuangan yang tidak berfungsi, dan risiko penyebaran penyakit. Penelitian ini fokus pada pengembangan solusi inovatif berupa rekomendasi material untuk pembuatan ponton dari beton ringan floating portable toilet sebagai alat pengapung alternatif penanganan masalah sanitasi di daerah rawan bencana, khususnya di wilayah kepulauan dan pesisir yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Penelitian sebelumnya telah memberikan landasan teoritis dan empiris untuk pengembangan konsep ini. Penelitian ini merupakan penerapan langsung yang mengacu pada beberapa penelitian terdahulu yang telah memberikan desain dan telah menganalisis stabilitas secara matematis, numeris, dan model fisik. Metode yang dilakukan adalah membuat ponton dari material yang direkomendasikan oleh peneliti sebelumnya dan akan menguji kemampuannya dalam pengapungan dan pengujian untuk memastikan fungsionalitas desain dalam berbagai situasi. Desain yang dapat mengapung memungkinkan toilet tetap berfungsi selama kondisi banjir, memberikan fokus pada pembuatan ponton dan pengujian sehingga menjadikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. Hasil penelitian membuktikan bahwasanya beton ringan dapat berfungsi sebagai alat pengapung di atas air. Hal ini disebabkan oleh berat jenisnya yang lebih ringan dibandingkan beton konvensional yaitu memiliki berat jenis sekitar 1,2- 1,5 ton/m³. Hasil pengujian ponton menunjukkan draft sebesar 40 cm. Data ini konsisten dengan analisis stabilitas matematis yang memprediksi draft 41.7 cm. Temuan ini mengonfirmasi validitas perhitungan teoritis melalui data eksperimental. Analisis kestabilan memperhitungkan titik berat (G), titik apung (B), dan tinggi metasentrik (GM). Analisis kestabilan satu ponton telah diperhitungkan menghasilkan tinggi metasentris (G,) sebesar 0,613 m dan untuk analisis dua ponton GM sebesar 0,949 m. Hasil analisis tersebut menunjukkan metasentis positif atau GM &gt; 0 dan ponton tidak akan terbalik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164359</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 16:09:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 23:38:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>