<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164327">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA KOMPARATIF ALGORITMA RATE ADAPTATION MINSTRELHT DAN THOMPSON SAMPLING PADA JARINGAN WI-FI IEEE 802.11AC DENGAN VARIASI LEBAR KANAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arya Risky Ramadhan Pratama Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi Wi-Fi IEEE 802.11ac telah menghadirkan peningkatan signifikan dalam throughput jaringan nirkabel, namun tantangan dalam menjaga kualitas layanan tetap ada akibat sifat dinamis kanal nirkabel. Mekanisme adaptasi kecepatan (RA) memainkan peran krusial dalam mengatasi tantangan ini. Penelitian ini secara komprehensif mengevaluasi kinerja algoritma RA berbasis heuristik (MinstrelHT) dan probabilistik (Thompson Sampling), dengan IdealWifiManager sebagai tolok ukur, dalam jaringan IEEE 802.11ac. Menggunakan platform simulasi NS-3, evaluasi difokuskan pada dampak variasi lebar kanal (20, 40, 80, dan 160 MHz) dalam tiga tipe skenario: variasi jarak (dengan/tanpa interferensi) dan variasi kepadatan stasiun. Hasil penelitian mengungkap adanya trade-off fundamental antara efisiensi skalabilitas dan resiliensi koneksi. Pada skenario kepadatan tinggi (20 stasiun) di kanal 160 MHz, Thompson Sampling menunjukkan skalabilitas superior dengan menghasilkan throughput 118% lebih tinggi dibandingkan MinstrelHT (24.6 Mbps vs. 11.3 Mbps), membuktikan ketangguhannya dalam mengelola tubrukan paket. Sebaliknya, MinstrelHT unggul dalam resiliensi, menjadi satu-satunya algoritma yang mampu mempertahankan koneksi hingga 100 meter pada kanal 160 MHz di mana Thompson Sampling gagal, serta menunjukkan stabilitas yang jauh lebih baik di bawah interferensi berat. Peningkatan lebar kanal terbukti memperburuk inefisiensi MinstrelHT di bawah beban padat, sementara Thompson Sampling tetap robust. Temuan ini merekomendasikanm Thompson Sampling untuk lingkungan padat yang menuntut efisiensi tinggi (misalnya, perkantoran atau area publik) dan MinstrelHT untuk aplikasi yang memprioritaskan jangkauan dan stabilitas koneksi (misalnya, tautan nirkabel tetap atau IoT).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 15:50:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 16:25:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>