<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164195">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yessy Ayudica Adinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Cancer pain dan psikologis memiliki keterkaitan antara satu dan yang lain. Studi menunjukkan bahwa faktor-faktor psikologis dapat mempengaruhi persepsi nyeri dengan mempengaruhi variasi individu dalam sensitivitas terhadap nyeri serta perkembangan nyeri kronis. Sikap psikologis yang positif seperti optimisme dikaitkan dengan kemampuan yang lebih besar untuk mengatasi rasa sakit dan tingkat keparahan nyeri yang lebih rendah. Tujuan: Melihat pengaruh terapi cancer pain terhadap perbaikan depresi, anxietas dan/atau stres pada pasien kanker kepala dan leher di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di poliklinik T.H.T.B.K.L RSUDZA dan ruang rawat onkologi dewasa sejak bulan November 2024-Februari 2025 pada pasien kanker kepala leher yang mengalami cancer pain dan memiliki gangguan psikologis. Tahapan yang dilakukan berupa anamnesis, pemeriksaan fisik THT, penilaian derajat nyeri dan penilaian status psikologis. Analisis kesesuaian menggunakan uji T-Test. Hasil: Didapatkan 20 pasien kanker kepala leher yang mengalami cancer pain dan gangguan psikologis karena rasa nyeri. Didapatkan laki-laki (60%) lebih banyak daripada perempuan (40%) dengan kelompok usia terbanyak 40-60 tahun (50%). Mayoritas derajat nyeri yang dijumpai adalah nyeri derajat sedang (65%) dengan gangguan psikologis terbanyak merupakan stres derajat ringan (55%). Pada semua pasien dijumpai penurunan derajat nyeri setelah pemberian terapi cancer pain. Berdasarkan uji Paired T-test rata-rata perbedaan skor sebelum dan sesudah terapi adalah 4.05 dengan Nilai p = 0,000 menunjukkan adanya pengaruh dari terapi terhadap perbaikan kondisi psikologis. Kesimpulan: Perbaikan derajat nyeri dengan terapi cancer pain dapat memberikan pengaruh terhadap perbaikan kondisi anxietas dan stres pada pasien kanker kepala dan leher.&#13;
Kata kunci: Kanker kepala dan leher, cancer pain, depresi, anxietas, stres</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CANCER - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.994</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164195</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 13:51:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-21 16:26:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>