<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164181">
 <titleInfo>
  <title>PERAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN ACEH DALAM MEWUJUDKAN KEBIJAKAN EKONOMI BIRURN(STUDI KASUS PERAIRAN LAUT KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FADILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Isu kerusakan lingkungan laut akibat praktik penangkapan ikan ilegal dan penggunaan alat tangkap destruktif menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sumber daya kelautan di Kota Banda Aceh. Dalam konteks ini, konsep ekonomi biru hadir sebagai solusi alternatif yang mengedepankan keseimbangan antara kelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh memiliki peran penting dalam pengawasan kebijakan ekonomi biru di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dalam mewujudkan kebijakan ekonomi biru di perairan laut Kota Banda Aceh serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh telah melakukan berbagai upaya, seperti edukasi kepada masyarakat, pengawasan aktivitas perikanan, serta menjalin kemitraan dengan lembaga adat Panglima Laot dan Instansi terkait lainnya. Namun, keterbatasan sumber daya manusia baik dari segi kualitas dan kuantitas, kurangnya anggaran internal Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, lemahnya kesadaran hukum nelayan, serta kurangnya kesadaran masyarakat umum terkait sampah menjadi kendala utama. Kesimpulannya, peran Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dalam menerapkan kebijakan ekonomi biru sudah berada pada arah yang tepat, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek sumber daya, pengawasan, dan kolaborasi untuk menciptakan pengelolaan laut yang berkelanjutan dan inklusif.&#13;
Kata Kunci: Ekonomi Biru, Kebijakan Publik, Dinas Kelautan dan Perikanan, Panglima Laot Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>OCEANS - PUBLIC ADMINISTRATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MARINE WATERS</topic>
 </subject>
 <classification>354.369</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164181</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 13:42:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-01 15:15:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>