<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164149">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KUAT TEKAN MENGGUNAKAN BAKTERI SOLIBACILLUS SP. SEBAGAI SLEF-HEALING PADA BETON MUTU TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ichsan Qibriel Herdianto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton mutu tinggi memiliki kecenderungan panas disebabkan oleh proses hidrasi semen yang tinggi. Hal ini dapat dapat mengakibatkan beton tersebut mengalami keretakan mikro. Self-healing merupakan teknologi beton yang sedang berkembang yang dapat mengatasi keretakan pada beton dengan menggunakan bakteri ureolitik. Bakteri ureolitik tersebut dapat memproduksi kalsit sehingga diharapkan dapat menutup keretakan yang terjadi pada beton. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri Solibacillus Sp. sebagai self-healing concrete terhdapat kuat tekan beton mutu tinggi, metode self-healing yang digunakan pada penelitian ini menggunakan enkapsulasi bakteri yang terbuat dari tanah diatomae dengan kadar 0,5%, 0,6%, dan 0,7% dari berat semen dan menggunakan nilai Faktor Air Semen 0,3. Pengujian kuat tekan menggunakan benda uji silinder 100 mm x 200 mm sebanyak 12 benda uji. Proses pemberian retak dilakukan pada umur 7 hari dengan pemberian beban tekan sebesar 60% dari mutu rencana pada saat beton berumur 7 hari serta pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 35 hari. Hasil persentase perbaikan retak pada beton pada umur 28 hari oleh bakteri dengan variasi 0,5%, 0,6%, dan 0,7% berturut-turut adalah 98,89%, 98,15%, dan 85,06%. Hasil kuat tekan pada umur 35 hari dengan variasi 0,5%, 0,6%, dan 0,7% berturut-turut adalah 51,48 MPa, 45,86 MPa, dan 55,16 MPa. Hasil penelitian dapat disimpulkan terjadinya penutupan retak oleh kalsit yang di hasilkan dari bakteri urolitik terhadap beton mutu tinggi, namun tidak terjadi peningkatan terhadap kuat tekan beton mutu tinggi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164149</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 13:04:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 14:58:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>