<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164145">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN KOMERSIL (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>WEDRINK ULEE LHEUE, BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALFA ULIMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kenyamanan termal merupakan faktor penting dalam perancangan bangunan, terutama pada bangunan komersil yang digunakan oleh publik seperti kafe dan restoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kenyamanan termal pada bangunan Wedrink Ulee Lheue, Banda Aceh, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Wedrink merupakan bangunan komersil tertutup yang sepenuhnya mengandalkan sistem pendingin udara (AC) tanpa adanya ventilasi alami atau jendela terbuka. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pengunjung dan staf, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan termal di Weddrink berada pada kategori cukup nyaman, tergantung pada performa sistem AC dan kepadatan pengunjung. Ketika AC berfungsi optimal dan jumlah pengunjung tidak berlebih, suhu dan kelembapan ruang memenuhi standar kenyamanan termal berdasarkan ASHRAE 55. Namun, beberapa area dapat terasa pengap apabila distribusi udara tidak merata atau kapasitas pendinginan tidak mencukupi. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi terhadap sistem pendingin dan penataan ruang untuk meningkatkan persebaran udara secara lebih merata.&#13;
Kata Kunci : Kenyamanan termal, bangunan komersil,  sistem AC, Wedrink Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164145</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 13:02:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 14:56:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>