<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164117">
 <titleInfo>
  <title>PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SMA NEGERI 2 BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nada Safira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP UNSYIAH</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nada Safira. (2025). Peran Guru dalam Membentuk Keterampilan Sosial Siswa SMA Negeri 2 Bireuen. [Skripsi]. Universitas Syiah Kuala. Di bawah bimbingan Nurbaity, S.Pd., M.Ed., dan Dara Rosita, S.T., S.Pd., M.Ed.&#13;
&#13;
Penelitian ini mengkaji peran guru dalam membentuk keterampilan sosial siswa di SMA Negeri 2 Bireuen. Keterampilan sosial siswa dianggap penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan sosial dan akademik di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan guru dan observasi terhadap proses pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam pengembangan keterampilan sosial siswa, yaitu sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar yang mendorong interaksi sosial; pembimbing yang mengarahkan siswa dalam memahami aturan dan menyelesaikan konflik sosial; motivator yang memberikan semangat serta dukungan emosional; dan teladan yang menunjukkan sikap sopan, empati, serta etika komunikasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Dalam pelaksanaannya, guru menghadapi sejumlah kendala, seperti terbatasnya waktu akibat padatnya kurikulum, rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya keterampilan sosial, serta pengaruh media sosial yang cenderung mengurangi intensitas interaksi langsung antar siswa. Meski demikian, guru tetap berupaya membentuk keterampilan sosial siswa melalui berbagai strategi, seperti diskusi kelompok, role-playing, dan pembelajaran berbasis proyek yang mendorong kerja sama dan komunikasi antar siswa.&#13;
Kata kunci: Keterampilan sosial, pendidikan karakter, peran guru, strategi pembelajaran&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164117</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 12:46:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 15:37:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>