<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="164093">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DATA OPEN HOLE UNTUK MENENTUKAN OIL WATER CONTACT PADA SUMUR SF DI LAPANGAN ACL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAFIRA AR-RAUDAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cekungan Sumatera Tengah merupakan salah satu cekungan hidrokarbon terbesar di Indonesia yang terbentuk dalam lingkungan geologi back arc basin. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya banyak struktur graben yang berpotensi menjadi jebakan hidrokarbon. Dalam jebakan hidrokarbon, batas antara fluida minyak dan air yang dikenal sebagai Oil Water Contact (OWC) menjadi elemen penting untuk diidentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keberadaan OWC di Lapangan ACL dengan menganalisis data log open hole pada tiga sumur (SF-1, SF-2, dan SF-3). Data log yang digunakan meliputi log gamma ray, resistivitas, densitas, dan neutron. Perubahan signifikan pada nilai resistivitas serta nilai dan pola crossover antara log neutron dan densitas menjadi indikator utama transisi fluida dari minyak ke air. Analisis ini diperkuat dengan perhitungan petrofisika secara kuantitatif, yaitu volume shale, porositas efektif, dan saturasi air untuk memperkuat interpretasi keberadaan OWC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OWC berhasil diidentifikasi pada dua sumur, yakni pada sumur SF-1 dan SF-3. Pada sumur SF-1, OWC terletak pada kedalaman sekitar 595–598 ft, memisahkan zona jenuh minyak 563–594 ft dengan zona jenuh air 598–623 ft. Sedangkan pada sumur SF-3, OWC berada pada kedalaman 205–208 ft, dengan zona minyak pada 170–205 ft dan zona air pada 207–215 ft. Nilai porositas efektif berkisar antara 10-20% mengindikasikan reservoir yang baik serta nilai saturasi air menunjukkan peningkatan tajam pada zona air. Pada sumur SF-2, tidak ditemukan indikasi OWC, diduga karena formasi tidak permeabel dengan nilai gamma ray yang tinggi mengindikasikan dominasi litologi shale. Integrasi analisis log dan petrofisika terbukti efektif untuk mengidentifikasi batas fluida di reservoir. Hasil ini bermanfaat untuk mendukung perencanaan produksi dan optimalisasi pengembangan lapangan hidrokarbon.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Oil Water Contact (OWC), log open hole, petrofisika, resistivitas, porositas, saturasi air&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>164093</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 12:33:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 15:44:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>