<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163973">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMALISASI ALOKASI DISTRIBUTED GENERATION BERDASARKAN MARGIN KESTABILAN TEGANGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Humaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Integrasi Distributed Generation (DG) pada jaringan distribusi listrik dapat mempengaruhi kestabilan tegangan yang ditandai dengan perubahan pada Voltage Stability Margin (VSM) atau  margin kestabilan tegangan pada bus-bus di jaringan. Penelitian ini mencari lokasi optimal alokasi DG berdasarkan VSM dengan memperhatikan intermitensi PLTS. Penelitian menggunakan sistem IEEE 9-bus dengan analisis VSM pada tiga tingkat penetrasi DG (10%, 20%, dan 30%) untuk mensimulasikan intermitensi PLTS. Analisis VSM digunakan untuk identifikasi bus potensi untuk penempatan DG. Optimisasi dilakukan menggunakan Voltage Performance Index (VPI) yang mengintegrasikan peningkatan VSM, perbaikan profil tegangan, dan analisis confidence level. Hasil penelitian menunjukkan Bus 6 sebagai bus paling kritis dengan VSM terendah 36,7 kW dan menjadi prioritas utama penempatan DG. Konfigurasi optimal berupa implementasi DG di semua bus dengan penetrasi 30% menghasilkan VPI tertinggi 0,020592, peningkatan kemampuan beban sistem 17,0%, dan total peningkatan VSM 286,6 kW. Analisis intermitensi membuktikan ketahanan sistem dengan VSM minimum tetap 9,3% di atas kondisi dasar pada cuaca ekstrem. Konfigurasi optimal terdiri dari DG di Bus 3 (37,5 kW), Bus 6 (27,0 kW), dan Bus 9 (30,0 kW) yang memberikan peningkatan rata-rata VSM 50% per bus.&#13;
&#13;
Keyword: Distributed Generation, PLTS, Voltage Stability Margin, Voltage Performance Index&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163973</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 11:00:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 11:04:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>