KLASIFIKASI DAN PERINGKAT DARI PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PADA BIDANG IRIGASI, RAWA DAN PANTAI DINAS PENGAIRAN ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KLASIFIKASI DAN PERINGKAT DARI PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PADA BIDANG IRIGASI, RAWA DAN PANTAI DINAS PENGAIRAN ACEH


Pengarang

Sejahtera - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1009200060049

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keterlambatan pelaksanaan proyek umumnya selalu menimbulkan akibat yang merugikan baik bagi pemilik maupun kontraktor, karena dampak keterlambatan adalah konflik perdebatan tentang apa dan siapa yang menjadi penyebab, juga tuntutan waktu dan biaya tambah. Beberapa paket pekerjaan pada Dinas Pengairan Aceh juga mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan sekaligus mengevaluasi jumlah dan penyebab keterlambatan pekerjaan di bidang Irigasi, Rawa dan Pantai di Dinas Pengairan Aceh, sehingga bisa mencapai hasil tidak terjadi lagi keterlambatan pekerjaan pada bidang Irigasi, Rawa dan Pantai di Dinas Pengairan Aceh untuk tahun yang akan datang. Sumber data dalam penelitian ini adalah diambil dari data-data format pantau paket-paket pekerjaan tahun anggaran 2011 yang bersumber dari dana APBA. Dari basil analisis terhadap penyelesaian pekerjaan Dinas Pengairan Aceh, tahun anggaran 2011, terlihat bahwa
21,43% lagi diselesaikan dengan perjanjian waktu kontrak addendum (perpanjangan waktu). Untuk optimalisasi fungsi jaringan irigasi yang telah di bangun 7,61% paket
pekerjaan selesai dengan penambahan waktu kontrak adendum, sedangkan pembangunan prasarana pengaman pantai 4,55% selesai dengan penambahan waktu kontrak addendum (perpanjangan waktu). Penyebab pertambahan waktu pekerjaan disebabkan karena adanya jadwal musim gandu tanam gandu dan musim tanam rendengan dan intensitas curah. Penyebab keterlambatan pekerjaan ini masuk ke dalam penyebab kategori compensable delay, yaitu keterlambatan yang layak mendapatkan ganti rugi, berupa addendum pertambahan waktu.

Kata kunci : Keterlambatan, Proyek, Irigasi, Rawa, Pantai


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK