<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163889">
 <titleInfo>
  <title>UJI ISOLAT RIZOBAKTERI INDIGENOUS ASAL RIZOSFER BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) SEBAGAI AGEN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurachidan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi isolat rizobakteri indigenous dari rizosfer tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie, sebagai agen Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih serta Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2024 sampai April 2025, menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari 20 isolat rizobakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 isolat menghasilkan hormon IAA dengan kosentrasi tinggi dan 13 isolat dengan konsentrasi sedang. Kemampuan isolat memfiksasi nitrogen dijumpai pada perlakuan GB 4/2, GB 5/4, dan GB 6/4 dengan jumlah produksi fiksasi N (+++), terdapat 19 isolat yang mampu melarutkan fosfat. Kemampuan isolat melarutkan kalium tertinggi diperoleh pada isolat GB 4/2 dan GB 8/2. Kemampuan isolat melakukan aktivitas enzim ACC-deaminase terdapat 11 isolat yang memiliki nilai tertinggi, kemampuan isolat memproduksi siderofor tertinggi terdapat pada perlakuan GB 4/2, GB 4/4, GB 5/1, GB 6/1, GB 6/3, GB 7/1 dan GB 7/2. Kemampuan isolat rizobakteri memproduksi senyawa HCN dijumpai pada perlakuan GB 4/2, GB 4/4, GB 4/6, GB 5/2, GB 6/3,GB 7/1, GB 7/2, GB 8/1 dan GB 8/2 dengan jumlah produksi HCN sangat tinggi (++++ = merah bata). Temuan ini mengindentifikasi bahwa isolat rizobakteri asal rizosfer bawang merah kecamatan Glumpang Baroe berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Kata kunci: Bawang Merah, Rizobakteri Indigenous, PGPR</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163889</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 10:05:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 11:44:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>